Sementara itu, sejalan dengan pengembangan kawasan geowisata, PLN UIP Nusra juga terus mempersiapkan tahapan pengeboran (drilling) PLTP Mataloko FTP-2 berkapasitas 2×10 Megawatt (MW). Setelah menuntaskan pembangunan infrastruktur persiapan yang meliputi empat wellpad, jalan akses sepanjang kurang lebih delapan kilometer, dan laydown area, PLN saat ini tengah menyelesaikan kajian Environmental and Social Impact Assessment (ESIA), khususnya terkait rencana pengambilan dan pemanfaatan air untuk kebutuhan pengeboran. Penyelesaian kajian tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan pengeboran memperhatikan aspek teknis, lingkungan, dan sosial sesuai standar yang dipersyaratkan.
General Manager PLN UIP Nusra, RDW Manurung, menyampaikan bahwa pengembangan geowisata Mataloko merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas dari potensi panas bumi di Flores. Menurutnya, pengembangan energi panas bumi perlu berjalan beriringan dengan pengelolaan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah pengembangan.
“Potensi panas bumi di Flores sangat besar dan pemanfaatannya tidak hanya terbatas pada pembangkitan energi listrik. Melalui pengembangan geowisata Mataloko, kami ingin menghadirkan manfaat lain yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, baik melalui kegiatan pariwisata, edukasi, maupun peluang ekonomi bagi warga sekitar. Kami juga terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat adat, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan kawasan ini dapat dikelola secara berkelanjutan,” ujar RDW Manurung.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











