Pemkab Manggarai Luncurkan Sistem Kalender Tanam Lokal, Antisipasi Perubahan Iklim

Tidak jarang pula lanjut dia petani berhadapan dengan kondisi iklim yang ekstrim, baik kering (El-Nino) maupun basah (La-Nina). Kondisi iklim tersebut, memicu ancaman banjir, kekeringan dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) meningkat, berakibat pada penurunan produksi, bahkan gagal panen.

“Beberapa waktu lalu, mulai muncul serangan OPT di Kecamatan Satar Mese. Karena itu, gerakan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman digencarkan untuk mengantisipasi serangan pada tanaman padi. Pengendalian OPT seperti tikus kita lakukan, karena selain dampak kekeringan, perubahan iklim juga memengaruhi perkembangan OPT. Ada beberapa OPT yang kondisi kelembabannya tinggi dapat berkembang dan menyerang padi,” tuturnya.

Dijelaskannya perubahan pola curah hujan juga menjadi perhatian serius dalam mengatur waktu dan luas tanam, agar kesinambungan produksi dan kemandirian pangan tidak terancam. Untuk itu, sangat diperlukan suatu pedoman berupa “Kalender Tanam Lokal di Kabupaten Manggarai” yang dapat digunakan oleh masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai Ferdinandus Ampur, SH. M.Hum., dalam laporan tertulisnya menjelasan bahwa SKTL Manggarai adalah pedoman atau alat bantu yang memberikan informasi spasial tentang prediksi musim, awal waktu tanam, pola tanam, luas tanam potensial, wilayah rawan kekeringan dan banjir, potensi serangan OPT, serta rekomendasi dosis pupuk dan varietas yang sesuai (pada lahan sawah irigasi, tadah hujan dan rawa) berdasarkan prakiraan iklim.

Laman: 1 2 3

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses