Nilai itu diwujudkan melalui disiplin keuangan—yakni disiplin menyimpan simpanan wajib setiap bulan, bahkan menambahnya dengan simpanan sukarela, serta disiplin mencicil pinjaman secara teratur. Rian juga menjelaskan pentingnya simpanan pendidikan dengan bunga 8,6 persen per tahun sebagai bagian dari perencanaan masa depan anak-anak, serta simpanan bunga harian (Sibuhar) dengan bunga 4 persen per tahun yang dapat ditarik kapan saja.
Untuk memperjelas, Rian menyajikan simulasi perhitungan jangka panjang. Ia menunjukkan bahwa dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun, simpanan yang dilakukan secara konsisten dapat berkembang menjadi puluhan juta rupiah. Anggota yang hadir tampak menyimak dengan serius—tanda bahwa pemahaman mulai tumbuh dan kesadaran perlahan terbentuk.
“Menabung harus menjadi perilaku,” tegas Rian. “Kesejahteraan yang diinginkan esok dan nanti sangat bergantung pada tindakan hari ini.”
Ia juga mengingatkan bahwa koperasi adalah milik anggota. Karena itu, pinjaman adalah hak anggota, namun harus digunakan secara bijaksana. Anggota diajak mempertimbangkan sumber penghasilan—seperti usaha sayur, ternak, cengkeh, durian, atau kopi—agar pinjaman dapat dikembalikan tanpa kesulitan. Pinjaman produktif didorong sebagai jalan untuk meningkatkan pendapatan, dengan bunga 1,6 persen menurun.
Sebelumnya, Rikard juga menekankan pentingnya memanfaatkan tanah sebagai aset produktif—tempat menumbuhkan nilai ekonomi untuk masa depan. Florette, dalam hal ini, hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai pendamping dan mentor usaha bagi anggotanya.
Di bagian akhir, Rian menunjukkan perkembangan simpanan anggota. Ada yang telah mencapai puluhan juta rupiah, sementara yang lain masih bertumbuh. Sebagian anggota telah memiliki simpanan pendidikan dan Sibuhar. Ini menjadi tanda bahwa perilaku menabung mulai tumbuh, meski tetap perlu dirawat.
Perubahan perilaku tidak terjadi secara instan, tetapi melalui proses yang terus-menerus. Tindakan baik akan menjadi kebiasaan jika terus dilatih dan dihidupkan dalam keseharian.
Karena itu, pendidikan anggota tidak bisa berhenti pada satu atau dua kali pertemuan. Ia harus berlangsung terus-menerus—menjadi proses yang hidup, yang menumbuhkan kesadaran, membentuk perilaku, dan pada akhirnya menghadirkan kesejahteraan yang nyata.
Apa yang dilakukan Florette hari ini bukan sekadar aktivitas koperasi, tetapi sebuah gerakan—menghidupkan kembali kearifan lama dalam wajah baru. Dari menabung beras dan jagung, menuju menabung dalam sistem modern, dengan semangat yang tetap sama: menjaga kehidupan dan membangun masa depan.
Florette bukan hal baru—ia adalah cara lama yang dihidupkan kembali. Menabung hari ini, untuk hidup lebih baik esok.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







