Namun, mengutip dari Kompas, (27/2/2021), sejarawan Susanto memiliki pendapat yang berbeda. Dia menilai, tempat berpesta dan berdansa pada masa itu bukan Loji Gandrung, melainkan Harmoni Straat.
“Kalau tempat dansa, saya kira nggak ada. Itu di Harmoni Straat tempat untuk berdansa, tepatnya di belakang benteng,” terangnya.
Rumah Bung Karno

Nama Loji Gandrung, kata dia, justru muncul dari kekaguman Presiden Sukarno terhadap tokoh wayang orang Sriwedari bernama Rustam dan Darsi. Rustam biasa memerankan tokoh Gatotkaca sedangkan Darsi sebagai Pregiwa.
“Soekarno kagum hingga terinspirasi cara berbicara Rusman dan Darsi, sehingga pidato Soekarno pun gayanya seperti mereka,” tutur Susanto.
Jika Soekarno berkunjung ke Solo, lanjut dia, selalau tampilkan pertunjukan wayang dengan lakon “Gatotkaca Gandrung”. Sehingga dari situlah menggunakan nama Loji Gandrung.
Oia, perlu kamu tahu, selain pernah menjadi markas bagi Kolonel Gatot Subroto untuk menyusun strategi melawan Belanda pada Agresi Militer II tahun 1948-1949, Loji Gandrung juga sering menjadi tempat menginap Presiden Sukarno. Itulah alasannya Loji Gandrung juga sebagai Rumah Bung Karno.***
Sumber: Inibaru
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan