“Bersamaan dengan pengembangan PLTP Ulumbu 5-6 di Poco Leok, melalui program TJSL hortikultura diharapkan mampu mensejahterakan petani dan warga, meningkatkan kemandirian ekonomi, mengurangi stunting dan memenuhi kebutuhan gizi,” kata GM Abdul Nahwan.
Sementara itu di sektor budaya dan pendidikan, PT PLN (Persero) UIP Nusra telah menyalurkan hibah yang dipergunakan oleh masyarakat untuk merenovasi gendang sehingga menjadi rumah adat yang layak sebagai tempat pelaksanaan ritual-ritual adat.
Hibah tersebut juga disalurkan ke sejumlah sekolah, di antaranya berupa unit komputer, untuk kebutuhan kegiatan belajar mengajar. Bantuan pendidikan itu juga termasuk dalam edukasi electric vehicle ke sekolah imbas agar melahirkan tenaga kerja yang berkompetensi dalam bidang kendaraan listrik di masa depan.
Kedua program TJSL tersebut, budidaya hortikultura dan konversi motor listrik berhasil menyabet penghargaan Nusantara CSR Awards (NCSRA) 2024 dari La Tofi School of Social Resposibility.
Penghargaan tingkat nasional ini diberikan pada kategori SDG’s; (1) Mengakhiri Kelaparan: Membangun Desa Panas Bumi dengan Hortikultura; dan (2) Pendidikan yang Berkualitas: Menggerakan Masa Depan dengan Electric Vehicle.
Tak berhenti di situ, kehadiran PLTP Ulumbu juga berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di NTT. Dalam suatu kesempatan ketika menerima kunjungan dari kelompok DPRD NTT, Manager Pengelola PLTP Ulumbu, Hosnan, menerangkan bahwa penyerapan tenaga kerja lokal mencapai 96,94% dan hanya 3,06% tenaga kerja luar.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan