Posko pengungsian yang dikunjungi terdiri atas posko terpusat maupun posko mandiri yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Manggarai.
Kunjungan dilakukan di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan dengan kekuatan lebih besar. Namun, situasi tersebut tidak menghentikan langkah kedua pemimpin daerah untuk tetap berada di tengah masyarakat.
Dalam perjalanan menuju lokasi pengungsian, Bupati dan Wakil Bupati beberapa kali dihentikan atau didatangi warga yang juga menjadi korban terdampak gempa. Warga menyampaikan kondisi, kebutuhan, serta berbagai persoalan yang mereka hadapi setelah bencana.
Pertemuan langsung tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mendengar kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan bantuan dan pelayanan dapat diberikan sesuai kondisi di lapangan.
Duka Bupati di Tengah Penanganan Bencana
Beratnya situasi yang dihadapi masyarakat juga terlihat dari ekspresi Bupati Hery Nabit dalam sejumlah kesempatan ketika memberikan keterangan kepada media.
Dalam beberapa kesempatan siaran langsung televisi, Bupati terlihat menahan haru bahkan menangis ketika menyampaikan kondisi masyarakat dan menyebut para korban gempa bumi.
Momen tersebut menggambarkan bahwa di balik proses penanganan bencana yang membutuhkan keputusan cepat, terdapat duka dan kehilangan yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi korban dan keluarga yang terdampak.
Pelayanan Kesehatan Menjadi Prioritas
Bupati menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan menjadi salah satu prioritas utama dalam penanganan pascagempa. Penurunan jumlah korban luka berat dan ringan setelah mendapatkan perawatan menjadi perkembangan positif, namun pemantauan dan pelayanan kesehatan tetap harus dilakukan secara berkelanjutan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











