Cepat, Lugas dan Berimbang
Berita  

Kisah Pater Yance Guntur, CS Mengabdikan Hidup untuk Sesama Terinsiprasi Pelayanan Pater Waser

Dalam karya misinya yang banyak membantu orang-orang yang membutuhkan datang dari berbagai latar belakang. Pater Yance teringat saat ia duduk di bangku SMP, orang tuanya kesulitan membayar uang sekolah.

Ia berkisah, saat itu seorang misonaris SVD membantunya membiaya sekolah dari SMP hingga menamatkan SMA.

“Waktu saya SMP bapa saya mengalami kesulitan saat bayar uang sekolah. Dan pada waktu itu saya meminta bantuan Pater Waser, salah satu misionaris di Manggarai. Pater Waser membiayai sekolah saya hingga tamat SMA,” kata Pater Yance.

Dari pengalaman ini, Pater Yance menyadari bahwa tugas seorang imam sangat luar biasa. Melayani orang lain dan membantu yang membutukan

“Saya terinspirasi untuk jadi seperti dia (Pater Waser SVD). Saya mengabdikan hidup saya juga melayani orang lain yang membutuhkan,” ungkapnya.

Sejak 2018 bertugas di Taiwan, ia belajar bahasa mandarin selama 6 bulan. “Dan pada 1 Juni saya diminta dari keuskupan dan ditugaskan menjadi Menjadi direktur Stella Maris Kaohsiung.”

Stela Maris Kaohsiung adalah tempat penampungan PMI dan ABK yang bermasalah di Taiwan, ada sekitar 700.000 migran asing. Sekitar tahun 1980-an Taiwan mengalami proses industrialisasi dan tentunya membutuhkan banyak tenaga kerja.

“Indonesia menjadi urutan pertama migran terbesar di Taiwan, kami melayani semua migran tanpa membedakan kewarganegaraan,” terang Pater Yance.

Dia mengatakan, di Taiwan ada yang disebut sektor formal dan sektor informal untuk pekerja migran. Sektor formal itu termasuk pekerja pabrik, ABK resmi (land -based fishers), perawat di panti jompo, dll. Sedangkaan sektor informal seperti pembatu rumah tangga.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN