Baru-baru ini peristiwa yang terjadi di wilayah Poco Leok diwarnai klarifikasi dan konpers terkait insiden pengamanan terhadap seorang Pemimpin Redaksi (Pemred) media floresa dan 3 warga dari kelompok massa aksi tolak geotermal.
Untuk diketahui, peristiwa ini terjadi ketika Tim Persiapan Pengadaan Lahan Pemda Manggarai melakukan identifikasi lahan untuk acces road menuju wellpad D di Desa Mocok, Poco Leok dalam rangka pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6.
Pada peristiwa ini, pihak keamanan yang dalam hal ini Kepolisian Resort Manggarai yang bertugas di lapangan untuk mengamankan aksi massa menjelaskan bahwa tindakan pengamanan dilakukan terhadap 4 orang dilakukan untuk menjaga kondusifitas. Anggota di lapangan rupanya menganggap tindakan 4 orang berpotensi memprovokasi massa sehingga langsung mengamankan mereka. Ditakutkan bahwa akan terjadi bentrok antarwarga karena sejatinya sebagian besar masyarakat Poco Leok mendukung geotermal.
Keterangan resmi dari Kepolisian Resort Manggarai diterangkan langsung oleh Kapolres Manggarai AKBP. Edwin Saleh sebagaimana ditayangkan pada kanal youtube Swara Net Tv pada 5 Oktober 2024.
Diterangkan oleh Kapolres bahwa pengamanan adalah kewajiban polisi untuk memastikan keamanan kegiatan yang dilaksanakan. Dijelaskan pula bahwa penyekapan itu tidak ada; dan kalaupun anggota melakukan kekerasan maka silahkan dilaporkan dan beserta bukti-buktinya. AKBP. Edwin Saleh juga menyingung soal identitas jurnalis yang tidak dapat ditunjukan Pemred flores ketika hendak meliput.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











