Cepat, Lugas dan Berimbang

Kawasan Wae Naong Jadi Asa Baru Jangka Panjang di Cibal

Kawasan Wae Naong
Peluncuran Kawasan Wae Naong ditandai dengan Pemotongan Pita oleh Bupati Manggarai, Hery Nabit dan Wakil Ketua DPRD Manggarai, Thomas Tahir.

Ruteng, infopertama.com – Bupati Manggarai, Herybertus G.L Nabit, resmi melaunching pengembangan kawasan pertumbuhan ekonomi baru Wae Naong di Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, NTT.

Acara pelaunchingan ini dilakukan bertepatan dengan pembukaan salah satu jalan tani baru sepanjang 1,5 km yang dibangun mulai dari wilayah Bea rangang, Desa Pinggang, menuju wilayah Bea Waeng, Lengor.

Tiba di pintu masuk menuju kantor desa Pinggang sekitar pukul 09.30 Wita, Bupati Mangarai berserta rombongan diterima dengan ritus ‘kapu’ dan ‘ronda’ oleh warga desa (salah satu nyanyian budaya setempat saat menerima tamu penting).

Selanjutnya, Bupati Hery diarak menuju Kantor desa, tempat penerimaan yang telah disiapkan dalam acara pelounchingan itu.

Terpantau, Wakil Ketua II, DPRD Manggarai dari Fraksi PKB, Thomas Tahir dan Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Remigius Nalas, turut mendampingi kunjungan Bupati Heri.

Mengapa Kawasan Wae Naong Jadi Kawasan Ekonomi Baru?

Berdasarkan laporan penyelenggaran kegiatan itu, pengembangan kawasan ekonomi baru wilayah Wae Naong merupakan salah satu konsep pembangunan daerah Manggarai yang dilakukan secara berkelanjutan.

Hal ini juga disebut sebagai bagian dari upaya dalam kaitan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang dimiliki untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui pembangunan berbasis kawasan, pemerintah daerah Manggarai diharapkan dapat lebih fokus pada pengembangan potensi unggulan setiap wilayah, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata.

Hal ini juga dapat meningkatkan kerjasama antarwilayah dan pemangku kepentingan sehingga kebijakan pembangunan menjadi lebih efektif, efisien dan berdampak luas bagi masyarakat.

Kawasan Wae Naong menjadi pilihan pertama dalam pola pengembangan kawasa ekonomi baru di kabupaten Manggarai dalam rangka mencapai visi-misi pemerintah Kabupaten Manggarai  periode 2025-2030 yaitu Manggarai sejahtera, bersih, berkelanjutan dan berdaya saing, dimana pengembangunn dilakukan dalam upaya optimalisasi lahan pertanian di seputaran bantaran kali Wae Naong dan lahan -lahan tidur yang tersebar di 9 desa yaitu Desa Ladur, Rado, Barang, Perak, Pinggang, Langkas, Beamese, Welu dan Riung.

Pengembangan kawasan ekonomi baru Wae Naong juga menjadi salah satu program hasil Quick Wins atau terbaik tercepat di tahun 2025. Dan, diikuti pengembangan kawasan pertumbuhan baru lainnya, seperti kawasan Langke Majok, Nggalak, Singkul, Lelak, Poco Leok dan Satar Mese Barat.

Pengembangan Dilakukan Bertahap

Konsep pengembangan kawasan ekonomi baru di kawasan Wae Naong disebut-sebut dilakukan secara bertahap 5 tahun ke depan dimana pembangunan kawasan Wae Naong menjadi inti atau tujuan di sektor pertanian. Sehingga, sektor-sektor lain merancang dan melaksanakan kegiatan dengan fokus mendukung kegiatan di sektor pertanian dengan tema antara lain; pengembangan kawasan food estate berwawasan lingkungan kawasan Wae Naong di tahun 2025, peningkatan daya saing, peningkatan infrastruktur dasar, peningkatan ketahanan bencana, dan peningkatan kesejahteraan.

Adapun bentuk kegiatan di kawasan Wae Naong di tahun 2025 sebagai berikut:

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan: Pembangunan sarana dan prasaran pembukaan jalan tani baru,

bantuan benih dan sarana pertanian lainnya, Pembinaan dan pendampingan kelompok tani.

Dinas PUPR: Rehabilitasi atau Pemeliharaan periodik jalan Pagal-Wae Naong, Rehabilitasi atau Pemeliharaan periodik jalan Lous-Beamese

Dinas Pariwisata dan kebuadayaan: Revitalisasi rumah adat

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman: Sambungan rumah meteran listrik bagi keluarga miskin

Dinas Peternakan: Pembinaan kelompok ternak

Dinas Perdagangan dan Perindustrian: Pembinaan kelompok tenun profesional

Dinas Perikanan: Bantuan benih ikan air tawar

Pembangunan Infrastruktur Dasar

“Pembukaan kawasan ekonomi baru lebih kepada niat kita untuk menyiapkan infrastruktur dasar. Dan, mulai 2026 mulai menyiapkan infrastruktur dasar, soal peningkatan belakangan,” kata Bupati Hery dalam sambutannya di acara itu.

Bupati Hery juga menyebut jika pembukaan kawasan ekonomi baru wilayah ini juga tidak mungkin bisa terselesai dalam kurun waktu yang singkat.

“Hitungan kami, pekerjaan ini tidak akan selesai dalam 5 tahun kedepan. Ini pekerjaan besar yang tidak bisa selesai dalam 3 atau 4 tahun,” katanya.

“Bahwa terbatas dulu, iya. Meskipun terbatas paling tidak tahun depan kita buka akses jalan. Yang penting kita buka dan mulai berproses supaya semua kita punya modal rasa percaya diri bahwa yang namanya program besar sudah dimulai,” ujarnya menambahkan.

Bupati juga menegaskan program ini tidak akan menggunakan anggaran dana desa demi tidak mengganggu proses pembangunan lain di tingkat desa. Fokus anggaran yang digunakan dalam proses pengembangan kawasan ini menggunakan APBD Kabupaten Manggarai.

“Bentuk awal yang jelas menata kawasan ini akan dimulai tahun 2026 dengan harapan ke depan masyarakat akan lebih mudah mengangkut hasil panen. Harapan lain adalah untuk memudahkan pemekaran wilayah domisili warga kampung,” terangnya.

Bupati Hery berharap kepada Camat Cibal dan aparatur pemerintahan desa setempat kedepannya selalu aktif berpartisipasi dalam bentuk pengawalan bersama-sama untuk menyempurnakan proses yang akan dibangun.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel