Budaya sebagai Poros Inovasi
Menurut Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan, Dr. Yuliana Wahyu, M.Pd., pemilihan tema kali ini mencerminkan arah baru pendidikan pertanian yang kontekstual.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa pertanian berkelanjutan hanya bisa tercapai jika teknologi bergerak bersama budaya lokal,” jelasnya.
Penggunaan teknologi seperti Internet of Things (IoT) dan sensor presisi dalam sistem pertanian akan dipadukan dengan pengetahuan lokal masyarakat dari cara mengolah lahan hingga distribusi hasil panen.
Agenda Padat: Ilmiah, Inklusif, dan Terbuka
Dengan lebih dari 400 peserta dan 25 pemakalah dari berbagai universitas dan institusi, seminar ini akan menampilkan diskusi intens di tiga bidang utama: Agriculture, Animal Husbandry, dan Agribisnis.
Topik-topik unggulan seperti pupuk organik lokal, platform digital untuk petani, hingga strategi pemasaran produk desa akan dibedah dalam breakout room interaktif.
Peserta juga akan mendapatkan e-sertifikat dan akses ke prosiding ber ISSN, menjadikan INOPTAN 3 sebagai forum yang tidak hanya inspiratif, tetapi juga kontributif secara akademik.
Arah Baru Pembangunan Pertanian: Dari Desa, untuk Indonesia
Dr. Yos menyatakan bahwa keterlibatan Menteri PPN dalam acara ini menunjukkan komitmen terhadap pendekatan pembangunan dari bawah (bottom-up).
“Kami ingin memastikan bahwa suara dan inovasi dari tingkat akar rumput juga masuk dalam peta pembangunan nasional,” tutupnya.
Informasi teknis terkait pelaksanaan SemNas INOPTAN seri 3: Tanggal: 13 Juni 2025. Waktu: 08.00 WITA – selesai. Platform: Zoom Meeting. Meeting ID: 839 8249 9431. Passcode: INOPTAN3
Kontak: inoptan@unikastpaulus.ac.id, mailto: inoptan@unikastpaulus.ac.id, inoptan@gmail.com, mailto: inoptan@gmail.com
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan