Hati-Hati! Pendemo Hak Angket Cuma Martir, Parpolnya Deal Kekuasaan

Hak Angket
Demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI Jakarta mendesak agar dilakukan Hak Angket Pemilu 2024

Jakarta, infopertama.com – Menguat wacana hak angket pemilu curang belakangan ini dinilai sebagai trik semata kubu tertentu tuk membangkitkan tekanan massa.

Celakanya, tekanan massa yang makin menguat itu justru dimanfaatkan pihak lain melakukan deal-deal politik dengan kekuasaan.

Publik perlu melihat situasi politik saat ini dengan jernih. Dengan begitu, tidak disusupi ataupun ditunggangi oleh kepentingan kelompok.

Demikian antara lain pendapat Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul soal isu pemilu curang yang terus dibangun belakangan ini.

Baca juga:

Parah, Praktek Politik Uang Caleg NasDem Terpilih DPRD Manggarai Dibongkar Timsesnya

Pleno KPUD Rampung, Pasangan Prabowo – Gibran Menang Telak di Manggarai

Sebab, kata Adib, tidak menutup kemungkinan tekanan massa memang sengaja dipakai oleh partai politik (parpol) sebagai daya tawar demi mendapat kekuasaan, atau istilahnya politik dagang sapi.

“Pendemo harus sadar kalau hanya dijadikan martir, parpolnya deal kekuasaan. Karena yang sering terjadi adalah transaksional,” kata Adib, Senin malam (4/3).

Kesimpulan itu, sambung Adib, tidaklah berlebihan. Mengingat isu yang dibangun yakni pemilu curang dan hak angket sangat kental dengan kepentingan partai politik.

Apalagi, sejumlah aksi-aksi yang dilakukan belakangan ini dimotori oleh dua kubu capres yang belum menerima hasil Pemilu 2024.

“Jadi harus dilihat jernih. Keutuhan NKRI harga mati. Jangan sampai dijadikan bahan bakar permusuhan,” terang Adib.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV