Forum tersebut menjadi wadah dialog antara PLN, akademisi, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas pengembangan proyek panas bumi di Flores dan Lembata, termasuk penyampaian aspirasi serta pembahasan berbagai isu strategis yang berkembang di masyarakat.
Manager Unit Pelaksana Proyek (MUPP) Nusra 2, Avianda Edwin Fachruddin, menegaskan bahwa setiap tahapan pengembangan PLTP Mataloko mengedepankan keterbukaan informasi dan pelibatan masyarakat sejak tahap perencanaan.
“PLN berkomitmen melaksanakan pengembangan PLTP Mataloko secara transparan dan partisipatif. Kami memastikan masyarakat memperoleh informasi mengenai rencana kegiatan, potensi dampak, serta langkah-langkah pengelolaan yang akan dilakukan. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang terbuka dan hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah proyek,” ujar Avianda.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











