Polisi menangkapnya setelah menerima laporan dari korban.
Menurut hasil pemeriksaan sementara, SAS berulang kali melakukan kekerasan seksual terhadap enam pelajar perempuan di kompleks gereja tempat SAS melaksanakan tugas pelayanan sebagai calon pendeta.
Pelaporan SAS atas perbuatannya melakukan kejahatan sejak Maret 2021 hingga Mei 2022. Dia juga dilaporkan telah memperdaya dan mengancam korban.


Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
