Gawat, Satu Kampung di Jawa Tengah 90 Persen Terpapar Paham Radikalisme NII

“Jika fenomena ini biarkan saja maka Jateng akan menjadi basis kaderisasi paham radikalisme dan terorisme,” jelas Ken Setiawan.

Ken Setiawan Pendiri NII Crisis Center ungkap adanya penggalangan donasi untuk kelompok radikal lewat medsos terutama saat munculnya bencana alam.

Sebaran basis kelompok terorisme di Jawa Tengah

Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang tidak luput dari ancaman terorisme.

Beberapa kelompok teroris aktif di wilayah ini, seperti Jemaah Islamiyah, Jamaah Ansharut Daulah, dan sebagainya.

Kelompok-kelompok ini telah melakukan sejumlah aksi teror, seperti pengeboman di gereja dan hotel di Surabaya pada tahun 2018.

Ancaman dari kelompok teroris ini tentunya sangat serius dan menjadi tantangan bagi keamanan nasional.

Pemerintah dan aparat keamanan harus terus meningkatkan kewaspadaan dan kerja sama antara instansi terkait dalam menghadapi ancaman tersebut.

Selain itu, pendekatan pencegahan juga harus dilakukan dengan memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

Hal ini diharapkan dapat mengurangi potensi munculnya kelompok radikal di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Dalam menghadapi ancaman terorisme, partisipasi masyarakat juga sangat penting.

Masyarakat perlu dilibatkan dalam program deradikalisasi dan diharapkan dapat membantu mengidentifikasi dan melaporkan kegiatan-kegiatan yang mencurigakan.

Kesadaran masyarakat akan ancaman terorisme dan partisipasi aktif dalam upaya pencegahan akan sangat membantu dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Jawa Tengah dan seluruh Indonesia.***

Laman: 1 2

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses