Menurut Prof. I Nengah Dasi Astawa, lembaganya juga fokus terhadap pelestarian lingkungan, khususnya terhadap penanganan sampah.
“eLBajo (Politeknik eLBajo Commodus) ini tiap hari kerja bakti. Kampus ini suatu Lembaga yang tiap hari kerjanya juga urus sampah. Sampah kita bersihkan terus. Lembaga ini kecil barangnya, tapi besar ide dan kemajuannya,” kata Prof. I Nengah Dasi Astawa.
Dalam kesempatan itu itu, Direktur Politeknik eLBajo Commodus juga melakukan penandatanganan Memmorandum of Understanding (MoU) bersama Direktur PT INGRAM, Fey Febri dalam Upaya penanganan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Labuan Bajo.
“Kerja sama ini bikin eLBajo makin semangat. Kampus punya target ringkatkan kualitas anak-anak Labuan Bajo tidak saja maju dibidang akademik dan teknologi terapan, tapi juga peduli terhadap pelestarian lingkungan,” tegas Prof. I Nengah Dasi Astawa.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (Kadis LHP) Kabupaten Manggarai Barat, Vinsensius Gande yang hadir dalam kesempatan itu membeberkan kondisi sampah di wilayahnya.
Vinsentius menyebutkan, timbunan sampah di Kabupaten Manggarai Barat mencapai 157,31 ton perhari. Sampah yang dirproduksi individu mencapai 0,5 kg per hari. “Kondisi ini membuat Kabupaten Manggarai Barat masuk kategori daerah sedang,” kata Vinsensius.
Vinsensius melanjutkan, untuk terkelola sampah rata-rata l84,21 ton per hari atau 57,16 persen. Yang dibuang ke lingkungan 62,27 ton atau 42,84 persen. Upaya pengurangan sampah 11,85 ton per hari.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan