Dugaan Mahfud MD Intervensi Loloskan Parpol Tertentu, Begini Penjelasan KPU

Penjelasan Mahfud MD

Sebelumnya, perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Bersih Hadar Nafis Gumay mengungkapkan dugaan kecurangan pemilu pada tahapan verifikasi partai politik. Ia kemukakan saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi II DPR RI di Jakarta, Rabu (11/1).

Dalam kesempatan tersebut, Hadar menyampaikan dugaan intervensi Istana dan pemerintah. Salah satunya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD kepada KPU RI untuk meloloskan parpol tertentu sebagai peserta Pemilu 2024. Mahfud pun telah membantah dugaan tersebut. Ia mengatakan pemerintah tidak boleh ikut campur dalam penyelenggaraan pemilu oleh KPU.

“Pemerintah tidak boleh ikut campur. Itu hoaks juga berita. Katanya, ada campur tangan istana. Saya justru menegur. Tanggal 10 November ada laporan, ‘Pak itu KPU tidak adil, partai A suruh masukkan, partai B tidak boleh masuk’. Saya telepon, hanya itu saja,” ungkap Mahfud.

Mahfud lalu mengaku menelepon Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPU RI Bernad Dermawan Sutrisno. Namun, hal tersebut ia lakukan untuk mengklarifikasi dugaan kecurangan dalam tahapan verifikasi faktual parpol calon peserta Pemilu 2024.

“Pak Bernard ini ada informasi banyak begini bener ndak? Lalu ia jawab, ‘Tidak Pak, tegak lurus’,” ungkap Mahfud.

Mahfud lalu menceritakan lebih lanjut isi pembicaraannya dengan Bernard.

“Jangan main-loh loh, semua partai, kalau satu diberi begini, yang lain diberi begini. Jangan Anda terima pesanan dari orang lain. Nah itulah sebabnya banyak formulir berubah. Itu saya menegur, bukan saya intervensi,” jelas Mahfud.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel