Di Tengah Penanganan Gempa M7,7, Kebakaran Hutan Terjadi di Wae Kebong Cibal

Alexius juga mengingatkan masyarakat agar tidak bermain-main dengan api, khususnya selama musim kemarau. Menurutnya, kelalaian dalam menggunakan api dapat memicu kebakaran yang lebih besar dan sulit dikendalikan.

“Saya berharap pada musim kemarau ini kita semua tidak bermain-main dengan api karena dapat memicu kebakaran yang besar. Selain itu, kita juga berharap agar pemadaman api tidak sepenuhnya bergantung pada petugas Damkar, apalagi jarak lokasi kebakaran ini dengan kantor Damkar cukup jauh.”

Ia menambahkan bahwa secara regulasi, pelayanan Damkar memiliki standar waktu respons setelah menerima laporan. Namun, dalam kejadian di Wae Kebong, pihaknya tetap berupaya melakukan penanganan semaksimal mungkin meskipun lokasi kebakaran berada cukup jauh dari kantor Damkar.

“Sebenarnya dari segi regulasi, Damkar hanya melakukan pemadaman pada jarak 15 menit setelah mendapat laporan, tetapi hari ini kami berusaha untuk tetap melakukan penanganan semaksimal mungkin,” jelasnya.

Berkat respons cepat petugas, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi dapat dikendalikan. Petugas juga melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang kembali menyala.

Peristiwa kebakaran ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah masa tanggap darurat bencana gempa bumi M7,7. Saat ini, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, dan berbagai unsur lainnya masih berfokus pada penanganan warga terdampak, pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, pendataan kerusakan, serta distribusi bantuan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel