Calon Perangkat Desa di Reok Barat Akan Proses Hukum Camat Tarsisius Asong

Ruteng, infopertama.com – Polemik Perekrutan Perangkat Desa di kecamatan Reok Barat kini masuk babak baru. Beberapa calon perangkat desa yang merasa dikorbankan karena dugaan praktik kotor Camat Tarsisius R. Asong mengancam akan menempuh jalur hukum terhadap praktik Kotor Camat Asong.

Langkah ini, mereka ambil manakala, camat kec. Reok Barat, Tarsisius Ridus Asong, SE, tidak segera menarik kembali rekomendasinya tertanggal 15 Agustus 2022.

Permintaan ini karena setelah memperhatikan skor Nilai dalam rekomendasi dan skor nilai pada rekapitulasi telah terjadi perbedaan skor nilai kelulusan.

Selain itu, juga karena dalam penetapan skor nilai tidak memperhatikan 5 variabel tambahan yang diatur dalam PERBUP No. 26 Tahun 2022. Yang selanjutnya rekomendasi tersebut dinyatakan Cacat Hukum.

Adapun calon perangkat desa yang menjadi korban praktik kotor camat Tarsisius masing-masing di antaranya.

Pertama, Berdina Saiman sebagai pelamar Kasie Pelayanan di Desa Kajong. Kedua, Eugius Semar Wangge pelamar Kaur Keuangan di Desa Loce. Ketiga, Benediktus Tulir pelamar Sekretaris di Desa Toe.

Keempat dan kelima masing-masing
Kornelis Nador Pelamar Kaur Keuangan di Desa Paralando. Dan, Dominikus Jemat pelamar Sekretaris di Desa Lemarang.

Kelima calon perangkat desa pada beberapa desa tersebut di atas berdasarkan keterangan tertulis yang media ini peroleh, Rabu (21/09) menyampaikan beberapa poin penting agar menjadi perhatian camat Reok Barat, Tarsisius R. Asong.