“Pada APBD kita tahun 2024 ini memang sudah dianggarkan, ternyata tidak mencukupi, saya meminta kesadaran kepada para ASN untuk menjadi bapak atau ibu angkat untuk memberikan gizi. Tapi titik sasarannya harus jelas,” tandasnya.
Bupati Hery Nabit mengungkapkan per harinya diperlukan biaya sekitar Rp20 ribu selama 120 hari untuk ibu hamil. Sementara untuk yang bayi baru lahir dibutuhkan biaya sekitar Rp16.500 per hari selama 56 hari. “Nah, ini nanti kita tawarkan kepada para ASN mau mengambil untuk ibu hamilnya atau bayi baru lahirnya untuk menjadi bapak atau ibu angkat,” ucapnya.
Jika langkah ini dilakukan, ia mengaku optimistis angka stunting di Kabupaten Manggarai akan segera menurun. “Saya yakin dengan kerja sama kolaborasi angka stunting Kabupaten Manggarai akan selesai dengan baik,” papar Bupati Hery.
Ditambahkannya, berdasarkan pengukuran bulan Februari lalu, angka stunting di Kabupaten Manggarai masih di angka 11%, sudah turun 20,5% dari pengukuran pada bulan Februari tahun 2021.
“Penurunan sudah sangat banyak, tetapi untuk mempercepat, butuh kolaborasi banyak pihak termasuk para ASN yang menduduki jabatan struktural. Kalau kolaborasi ini berjalan maksimal, saya yakin tahun depan kita bisa zero stunting,” pungkasnya.
Sebagai informasi, wacana ASN diangkat menjadi bapak atau ibu angkat digulirkan Bupati Hery Nabit, mengingat upaya menangani stunting sebenarnya merupakan kewajiban sosial masyarakat secara umum. Apabila program ini berjalan, diperkirakan angka stunting di Kabupaten Manggarai akan terus menurun karena dikeroyok oleh banyak orang dan banyak pihak.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan