Religi  

Bersama Maria, Kita Membawa Yesus kepada semua orang

Bersama Maria
idulfitri

Kamis, 12 Mei 2022
HARI BIASA, PEKAN PASKAH IV

Kis. 13:13-25; Mzm. 89:2-3,21-22,25,27; Yoh. 13:16-20
[Thn. VI-SS/132/5/2022]

Marilah kita berdoa: Allah Bapa Kami, sungguh menakjubkan jalanMu yang harus kami tempuh. Perkenanlah kami selalu melihat Engkau di dalam segala tingkah laku kami setiap hari, kini dan sepanjang segala masa, Amin.

Dalam perjamuan malam terakhir Yesus membasuh kaki para murid-Nya. Sesudah itu Ia berkata, “Aku Berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya; atau seorang utusan daripada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu jika kamu melakukannya. Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih.”

“Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya bahwa Akulah Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.”

Bersama Maria, Kita Membawa Yesus kepada semua orang

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam Kristus,
Jika hidup tidak memiliki tujuan untuk Memuliakan Tuhan, maka hidup itu menjijikan dan bahkan memuakan. Yesus ada dan tinggal di dalam diri kita. Semua orang membawa Yesus yang hidup di dalam dirinya untuk diwartakan kepada semua orang di mana saja dan kapan saja.

Dengan demikian, keberadaan dan kehadiran kita di tengah sesama adalah sebuah kehadiran yang penuh sukacita, sebab kita membagi sukacita Yesus yang telah hidup di dalam diri kita.

Dalam bacaan pertama, dari Kisah Para Rasul, dikatakan Allah telah membangkitkan bagi orang Israel yaitu Yesus (Kis 13:23). Tidak hanya bagi orang Israel, tetapi juga bagi semua orang yang membuka diri bagi kehadiranNYa, termasuk kita saat ini. Allah membangkitkan bagi kita, manusia berdosa ini yaitu Yesus, agar Yesus hidup di dalam diri kita dan kita hidup hanya dan bagi Yesus demi kemuliaan Allah.

Yesus yang sungguh hidup di dalam diri kita telah memanggil kita untuk pergi, membawa Yesus kepada semua orang dan membawa setiap orang kepada Yesus. Kita hanya membawa. Atau dengan kata lain, kita ini seorang utusan.

Sebagai seorang utusan, sikap yang mesti kita tumbuhkan di dalam diri yaitu sikap kerendahan hati. Mengakui dan menerima orang lain apa adanya; tidak menganggap diri lebih dari orang lain. Dengan membawa sikap ini di dalam hidup dan perutusan kita, kita sesungguhnya sedang membawa Yesus kepada sesama. Dengan sikap inilah yang membuat kita mudah untuk diterima oleh orang lain. Jika, kehadiran kita ditolak oleh orang lain maka sesungguhnya Yesus belum hidup dalam diri orang tersebut. Penolakan terjadi karena kurangnya pengalaman akan Yesus dalam hidup sehingga kehadiran orang lain sering dianggap sebagai ancaman dan mengganggu. Padahal, kehadiran sesama adalah kehadiran Yesus yang sedang melawati umatNya.

Marilah kita membawa Yesus ke dalam keluarga dan komunitas kita. Bersama Maria yang membawa Yesus di dalam hidupnya setiap saat, kita juga setidaknya membiarkan Yesus tinggal di dalam keluarga dan komunitas kita. Sehingga kita sungguh bisa menjadi utusanNya yang siap diutus membawa Yesus kepada semua orang dan membawa setiap orang kepada pengalaman perjumpaan akan kasih Yesus yang sungguh penuh kerahiman.

Bersama Maria

Maria sungguh mengalami bagaimana kasih Allah itu sungguh nyata di dalam hidupnya. Keterbukaan hatinya pada kehendak Allah membuatnya sungguh merasakan hidup yang penuh sukacita. Maria tidak membawa dirinya sendiri, egonya. Maria, setelah memutuskan untuk menjadi tempat kediaman Sang putera, membuka diri sepenuhnya kepada kehendak Allah membawa Yesus kepada semua orang.

Oleh karena itu, jangan pernah takut untuk pergi ke luar membawa Yesus. Kita tidak sedang mengubah agama orang lain, kita hanya sedang menunjukkan Yesus yang hidup di dalam diri kita melalui kata dan perbuatan kita kepada sesama. Kalau kita sungguh mengalami Yesus di dalam hidup harian kita maka kita siap membawa Yesus kepada semua orang, membawa pengalaman akan Kasih Allah yang sungguh nyata di dalam hidup kita.

Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr