Baru Dilantik Jadi Kepala SMPN 1 Ruteng, Albertus Langsung Korupsi

Kepala SMPN 1 Ruteng
Beberapa warga Anam yang menemui Wakil Bupati Manggarai, Heri Ngabut. (Foto: Istimewah)

Ruteng, infopertama.com – Mantan Kepala SMPN 1 Ruteng bersama ratusan warga dua gendang pendukung H2N pada pilkada kali lalu dari Anam, desa Bulan, kecamatan Ruteng, hari ini, Kamis, 17 Maret 2022 pagi mendatangi kantor Bupati Manggarai, di Ruteng, NTT.

Warga Gendang Nangka dan Gendang Anam ingin menemui Bupati dan Wakil Bupati Manggarai, Heri Nabit dan Hery Ngabut ‘tuk segera menyelesaikan persoalan akibat ulah Albertus. Albertus adalah orang pilihan bupati dan wakil bupati menjadi kepala SMPN 1 Ruteng di Cancar.

Adapun persoalan tersebut adalah dugaan Albertus melakukan tindakan korupsi atas jadwal jam mengajar bagi mantan kepala SMPN 1 Ruteng, Doroteus Jemuru.

Dugaan Korupsi Jam Mengajar Albertus

Ketahui, Doroteus Jemuru setelah turun dari jabatan, tidak mendapatkan jam mengajar berdasarkan keputusan kepala SMPN 1 Ruteng Cancar Nomor: 001/I 24.29/SMPN.1/MN/2022, Tentang Pembagian Tugas Guru Dalam Kegiatan Proses Belajar Mengajar/Bimbingan Konseling dan Tugas Lainnya Tahun Pelajaran 2021/2022.

Berdasarkan SK tersebut, Albertus Jehaut pada lampiran 1 SK tersebut, pada nomor urut 1 tertera nama Albertus Jehaut, S.Pd. Dalam kolom tugas tambahan tertulis sebagai Kepsek dengan total jam pelajaran (ekuivalensi) 24 jam. Berikutnya, pada nomor urut 3 dari lampiran tersebut tertulis nama Albertus Jehaut, mengajar Pendidikan Agama Katolik kelas IX A, B, C, D, E, F, G, H, dengan jumlah 24 jama pelajaran. Total jam dari yang bersangkutan adalah 48 jam pelajaran.

Kemudian pada nomor urut 41 tertulis nama Doroteus Jemuru mengampuh mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik. Tetapi tidak ada jam mengajar atau sama dengan 0 jam mengajar. Dari ke 41 guru, hanya Doroteus yang tidak mendapatkan jam mengajar.

Keputusan Albertus menghilangkan jam mengajar ini lakukan dengan semena-mena tanpa rapat/diskusi dengan para guru. Keputusan Albertus itu terindikasi untuk kepentingan pribadi Albertus, yaitu mendapatkan dana sertifikasi guru berdasarkan jumlah jam mengajar. Hal lain, ketika Albertus tidak mau memasukan namanya sebagai kepala sekolah, tapi tetap sebagai guru biasa. Sementara nama kepala sekolahnya dalam laporan tuk kepentingan sertifikasi tetap menggunakan nama Doroteus, mantan kepsek.

Tanggapan Wakil Bupati Manggarai

Ratusan warga Anam yang mendatangi kantor Bupati Manggarai diterima langsung oleh Hery Ngabut, Wakil Bupati Manggarai.

Kepada awak media Wabup Ngabut menjelaskan akan segera menyelesaikan dugaan korupsi jam mengajar di SMPN 1 Ruteng-Cancar.

“Esok saya panggil dia, kepala sekolah baru dan kepala sekolah lama. Dan, melalui dinas memastikan, cek seperti apa hak jam mengajar dia (Doroteus) supaya dikembalikan. Supaya tidak ada yang merasa dirugikan,” tegas Hery Ngabut.

Terry Janu

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV