Berita  

AJI Kota Kupang kecam dugaan pengeroyokan wartawan FL

AJI Kota Kupang
Ilustrasi Pengroyokan terhadap wartawan. Foto: istimewah

Kupang, infopertama.com – Dugaan aksi pengroyokan terhadap FL seorang wartawan media daring (dalam jaringan) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, (26/04/22). Aksi itu memantik kecaman dari pelbagai pihak, termasuk Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kupang.

AJI Kota Kupang mengecam aksi dugaan pengeroyokan terhadap FL, wartawan media daring di Kota Kupang.

“Aksi pengeroyokan wartawan itu sangat tidak dibenarkan. Apalagi ketika wartawan sedang menjalani tugas jurnalistik,” kata Ketua AJI Kota Kupang Marthen Bana di Kupang, Rabu (27/04/22)

Ia mengatakan hal itu menanggapi aksi dugaan pengeroyokan FL, seorang wartawan media daring di Kota Kupang pada Selasa (26/4).

FL diduga dikeroyok sejumlah orang tidak dikenal usai melakukan peliputan di Kantor PT Flobamor di wilayah Naikolan, Kota Kupang. Akibat pengroyokan itu, FL mengalami luka-luka harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Marthen Bana mengatakan pihaknya telah mengetahui informasi pengeroyokan tersebut dan sangat menyayangkan kejadian itu.

“Apapun alasan, tidak membenarkan aksi kekerasan terhadap pers, karena itu melanggar Undang-Undang,” katanya.

AJI Kota Kupang melalui bidang terkait, lanjut dia tengah mengumpulkan informasi terkait peristiwa tersebut untuk mengambil sikap lebih lanjut.

Jika temukan bahwa aksi pengeroyokan tersebut terkait dengan pemberitaan, maka pihaknya akan mendorong proses hukum terhadap pelaku.

“Kalau ini berkaitan dengan pemberitaan maka kami akan mengadvokasi dan mendorong proses hukum kepada pelaku,” katanya.

Pengroyokan 30 Meter dari Kantor PT Flobamor

Sebelumnya, kepada wartawan di Kupang korban FL menjelaskan bahwa ia diserang oleh sekitar enam orang tidak dikenal usai mengikuti jumpa pers di PT Flobamor.

Jumpa pers tersebut berkaitan dengan hasil temuan Badan Pengawas Keuangan (BPK) terhadap deviden PT Flobamor senilai Rp1,6 miliar. Perdebatan antara pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi NTT itu dengan sejumlah awak media turut mewarnai jumpa pers tersebut.

FL bersama salah satu rekannya yang beranjak meninggalkan tempat kegiatan dengan mengendarai sepeda motor sekitar sekitar 30 meter. Lalu, ia tiba-tiba sejumlah orang menyerangnya hingga membuatnya tumbang bersama sepeda motor tunggangannya.

“Sebelum memukul ada meneriaki nama saya, kemungkinan untuk menjadi tanda bagi pelaku agar mengeroyok dan menganiaya saya di lokasi kejadian,” katanya.

FL yang menderita luka-luka di bagian wajah dan dada telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian Resor Kota Kupang.

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV