Cepat, Lugas dan Berimbang

Perayaan Paskah Berbasis Swadaya dan Keterlibatan Umat Jadi Cermin Hidupnya Gereja Sinodal

Gereja Sinodal
Ketua DPP Paroki Ekaristi Kudus Ka - Redong, Paulus Peos (infopertama.com/Rikhardus)

infopertama.com – Perayaan Misa Minggu Paskah pada 5 April 2026 di Gereja Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Keuskupan Ruteng, Nusa Tenggara Timur, menghadirkan gambaran nyata kehidupan Gereja yang hidup dalam semangat persekutuan, kemandirian, dan keterlibatan umat.

Perayaan dilaksanakan dalam dua kali misa, yakni misa pertama pada pukul 06.00 WITA dan misa kedua pada pukul 08.30 WITA. Ribuan umat dari berbagai wilayah—Woang, Ka Sama, Ka, Redong, Tuke, dan Mena—hadir mengikuti perayaan ini dengan tertib dan khidmat.

Sebagian besar umat datang dengan berjalan kaki, baik anak-anak, orang dewasa, maupun lanjut usia, sebagai wujud kesederhanaan dan semangat iman dalam merayakan kebangkitan Kristus.

Partisipasi umat selama seluruh rangkaian Pekan Suci juga terbilang tinggi. Sejak Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Vigili Paskah, umat tetap setia mengikuti perayaan. Hujan yang turun pada sore hari saat Jumat Agung tidak mengurangi kehadiran umat dalam mengikuti ibadat.

Perayaan berjalan aman dan tertib berkat kerja sama panitia dengan Kepolisian Resort Manggarai, Kodim 1612 Ruteng, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Dinas Perhubungan. Penataan area parkir kendaraan juga dilakukan secara terorganisir untuk mendukung kelancaran perayaan.

Keterlibatan umat tampak nyata dalam pelaksanaan liturgi. Petugas koor, pembawa persembahan, pemazmur, komentator, dan lektor pada misa pertama dan kedua masing-masing ditanggung oleh umat wilayah Ka Sama dan Ka Redong. Model ini menunjukkan partisipasi aktif umat dalam kehidupan menggereja.

Panitia yang dipercayakan kepada Wilayah 4 Sungai Yordan Redong mengelola seluruh persiapan secara mandiri. Mereka menyiapkan dekorasi, membangun tenda di halaman gereja, menyediakan sound system, serta konsumsi bagi petugas liturgi dan keamanan. Total pembiayaan yang dihimpun umat mencapai puluhan juta rupiah.

Selain mendukung perayaan liturgi, dana tersebut juga digunakan untuk perbaikan fasilitas gereja, termasuk saluran pembuangan air dan penataan pagar tanaman di halaman depan. Ke depan, sebagian dana akan digunakan untuk membangun pagar bagian timur gereja di sepanjang jalan aspal menuju SDK Ka Redong guna meningkatkan keamanan lingkungan gereja.

Ketua DPP Paroki, Paulus Peos, menilai keberhasilan perayaan ini sebagai buah dari semangat sinodalitas umat. “Panitia melayani umat sebagai ‘meka’ (umat) Allah, memastikan umat dapat mengikuti perayaan dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan umat. Amatus Agustinus dari KBG Santo Gabriel Woang menilai pelayanan panitia berjalan baik. “Kami dilayani dengan baik dan diarahkan ke tempat duduk. Panitia bekerja hingga malam hari, bahkan dalam kondisi hujan saat Jumat Agung. Pengorbanan mereka patut diacungkan jempol,” katanya.

Model Partisipasi dan Regenerasi Umat

Keterlibatan kaum muda menjadi salah satu ciri menonjol dalam kepanitiaan tahun ini. Paulus Peos menegaskan bahwa orang muda dilibatkan sebagai bagian dari proses regenerasi Gereja.

“Mereka adalah masa depan Gereja. Regenerasi menjadi keharusan untuk keberlanjutan hidup menggereja,” ujarnya.

Yuliana Mimut, salah satu orang muda yang terlibat, mengungkapkan bahwa kepanitiaan menjadi ruang pembelajaran. “Kami belajar bertanggung jawab, bekerja sama, dan mengatur kegiatan. Dibutuhkan energi, waktu, dan koordinasi yang baik,” katanya.

Sekretaris panitia, Herymanto, menjelaskan bahwa perayaan Paskah tahun ini mengusung tema “Akulah Kebangkitan dan Hidup” sebagai momentum kebangkitan iman dan solidaritas umat.

“Perayaan ini menyentuh hidup iman umat dan spiritualitas komunal untuk berbagi rahmat. Umat merayakan kebangkitan dalam semangat persaudaraan,” ujarnya.

Menurutnya, proses persiapan juga menjadi bagian dari perjalanan rohani umat. “Persiapan panitia turut menghantar umat masuk dalam permenungan sengsara, wafat, dan kebangkitan Kristus,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan perayaan tidak terlepas dari solidaritas dan swadaya umat Wilayah 4 Sungai Yordan. “Kerja sama dan saling percaya menjadi kunci,” tambahnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN