Cepat, Lugas dan Berimbang

Sejarah Panjang Isuzu Panther hingga Dijuluki Raja Mobil Diesel

infopertama.com – Isuzu Panther, sebuah nama yang tak asing lagi bagi pecinta otomotif di Indonesia, telah menjadi ikon di jalanan Tanah Air selama lebih dari tiga dekade.

Mobil ini sering disebut sebagai Raja Mobil Diesel atau Rajanya Diesel, julukan yang mencerminkan dominasinya di segmen kendaraan bermesin diesel. Tapi, mengapa Panther layak menyandang gelar tersebut?

Julukan ini bukan sekadar slogan pemasaran, melainkan hasil dari reputasi yang dibangun melalui ketangguhan, efisiensi, dan keandalan yang telah teruji waktu.

Sejarah Isuzu Panther

Sejarah Isuzu Panther di Indonesia dimulai pada tahun 1991, ketika PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) memperkenalkan generasi pertama dengan kode TBR 52.

Mobil ini awalnya dirancang sebagai kendaraan niaga serba guna, tapi cepat menjadi favorit keluarga karena kemampuannya membawa banyak penumpang atau muatan barang.

Mesin diesel direct injection berkapasitas 2.300 cc yang digunakannya mampu menghasilkan tenaga 80 PS dan torsi 191 Nm pada 1.800 rpm, yang membuatnya tangguh di berbagai kondisi jalan.

Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, Panther mendominasi pasar MPV diesel, bersaing ketat dengan rival seperti Toyota Kijang.

Julukan “Rajanya Diesel” mulai melekat karena performanya yang superior dibandingkan kompetitor, terutama dalam hal ketahanan mesin.

Alasan Isuzu Panther Dijuluki Raja Mobil Diesel

Salah satu alasan utama mengapa Isuzu Panther dijuluki Raja Mobil Diesel adalah mesin dieselnya yang tangguh dan andal.

Mesin Panther dikenal “bandel”, artinya tahan lama dan jarang mengalami kerusakan meskipun digunakan secara intensif.

Banyak pemilik Panther yang menceritakan bagaimana mobil ini bisa menempuh ratusan ribu kilometer tanpa overhaul mesin besar. Keandalan ini didukung oleh teknologi diesel Isuzu yang telah teruji, seperti sistem injeksi langsung yang efisien dan komponen yang dirancang untuk iklim tropis seperti di Indonesia.

Tidak heran jika Panther sering digunakan sebagai taksi, angkutan umum, atau kendaraan operasional di daerah pedesaan yang medannya berat. Mesinnya mampu bertahan di jalan berlubang, banjir, atau tanjakan curam tanpa keluhan berarti.

Efisiensi bahan bakar menjadi faktor kunci lain yang memperkuat julukan ini. Panther terkenal irit, dengan konsumsi solar yang bisa mencapai 12-15 km per liter untuk perjalanan jarak jauh.

Di masa ketika harga bahan bakar menjadi isu sensitif, keiritan ini membuat Panther menjadi pilihan ekonomis bagi keluarga menengah ke bawah.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

Â