Cepat, Lugas dan Berimbang
Berita  

Pro Kebudayaan, Diaspora Manggarai di Jakarta Sambut Bupati Hery Nabit dalam Balutan Budaya

Jakarta, infopertama.com – Diaspora Manggarai, Nusa Tenggara Timur di Jakarta menyambut Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit dalam dalam budaya Manggarai.

Acara penyambutan orang nomor Wahid di Manggarai dilangsungkan di gedung PWI, Dewan Pers Jakarta oleh sanggar Budaya Compang Cama Jakarta, Kamis, 8 Januari 2025.

Herymias Pancar, bagian dari Sanggar Budaya Compang Cama Jakarta yang ikut menyambut Bupati Manggarai menjelaskan penyambutan ini sebagai bentuk penghargaan atas kepedulian Bupati terhadap kelestarian Budaya Manggarai.

“Sebagai orang Manggarai, pecinta budaya Manggarai dan mungkin sebagai pelaku budaya Manggarai di perantauan kami bangga dengan kepedulian pak Bupati tuk terus menjaga dan melestarikan budaya Manggarai di tengah pesatnya arus modernisasi.” Ujar Herymias Pancar via gawainya kepada infopertama.com.

Satu hal yang paling mencolok dan diprogramkan Pemda Manggarai, kata Yeremias adalah program revitalisasi rumah gendang sebagai salah simbol utama budaya Manggarai.

Program ini, kata Herymias memang pada awalnya tuai pro kontra, bahkan suara-suara penolakan itu datang dari ruang dewan terhormat. Puji Tuhan, tahun pertama pak Bupati sukses rampungkan 92 rumah gendang di Manggarai.

Dengan program ini, sangat pantas jika Bapak Bupati boleh mendapat kado istimewa dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat sebagai Bupati pro-kebudayaan.

Demikian Herymias berharap, masyarakat Manggarai dan teman-teman anggota dewan terhormat terus mendukung program revitalisasi ini hingga semua rumah gendang di Manggarai rampung dibangun. Karena bagaimanapun, Marwah orang Manggarai adalah keberadaan rumah gendangnya.

Ketahui, Bupati Manggarai, Heribertus G. L. Nabit, menjadi salah satu kepala daerah penerima Kado Spesial Tahun Baru 2026 dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat. Penghargaan tersebut diberikan kepada 10 bupati/wali kota pro-kebudayaan di berbagai provinsi di Indonesia, bertepatan dengan perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 yang dirayakan bersama masyarakat di daerah masing-masing.

Penghargaan ini secara resmi diumumkan oleh PWI Pusat di Jakarta pada 1 Januari 2026, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen para kepala daerah dalam menjaga, melestarikan, dan memajukan kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

Kado itu, menurut Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono, berupa pengumuman babak presentasi, yang merupakan babak terakhir dari serangkaian proses untuk mendapatkan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, pada puncak perayaan Hari Pers Nasional, di Banten, 9 Februari 2026.

“Kesepuluh kepala daerah tersebut dipilih oleh Dewan Juri, setelah menilai berkas proposal, dengan lampirannya yang banyak. Berupa video, PPKD, perda, link berita, foto-foto dokumentasi, dll. Keseluruhan berkas bisa puluhan sampai ratusan halaman. Dan untuk mendalami lebih lanjut kebenaran proposal dan lampirannya itu, masing-masing bupati/wali kota diundang presentasi secara langsung di PWI Pusat,” tutur Yusuf.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel