Ruteng, infopertama.com – Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit menginstruksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya Pejabat Eselon II, III dan IV di lingkup Pemkab Manggarai untuk mempercepat penurunan angka stunting. Para ASN diminta menjadi bapak/ibu angkat dari anak penderita stunting.
Demikian Bupati Hery Nabit, menyampaikan hal itu usai mengikuti Rapat Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting di 22 Kabupaten/Kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur secara daring, di ruangan Media Center Kantor Bupati Manggarai, Selasa, (28/05/2024.
“Stunting menjadi masalah serius saat ini. Karena itu kita istruksikan harus ada bapak angkat dan juga ibu angkat dari anak penderita stunting. Maka kita akan bagi habis jumlah ASN terutama yang menduduki jabatan eselon II, III dan IV di Lingkup Pemkab Manggarai termasuk para Kepala Sekolah baik SD, SMP dan SMA/SMK,” jelasnya.
Selain itu Ia juga meminta kerja sama semua pihak, terutama para kepala desa, untuk menyediakan data titik lokus by names by address di masing-masing desa terkait kondisi anak penderita stunting dan ibu hamil. Tugas Kades juga jelasnya, melakukan monitoring.
“Kita memang memiliki data Bayi dibawah Dua Tahun (Baduta) di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga berencana. Tetapi kita tetap membutuhkan informasi dari para Kepala Desa (Kades) yang ada agar informasi mengenai Baduta penderita stunting lebih akurat,” paparnya.
Menurutnya, saat ini upaya menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Manggarai terus diupayakan. Salah satunya dengan menambah anggaran stunting pada APBD 2024. Namun ia menyebut harus ada solusi lain jika anggaran APBD tidak mencukupi untuk menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Manggarai.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan