Gubernur VBL Tinjau Pasar Inpres Naikoten Kupang, Harga Pangan Relatif Stabil

Kupang, infopertama.com – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meninjau Pasar Inpres Naikoten I Kota Kupang. Orang nomor pertama di NTT ini memantau kestabilan harga kebutuhan bahan pokok di pasar Inpres Naikoten I. Selain itu, VBL juga berdialog bersama para pedagang terkait masalah yang mereka hadapi serta rencana pembenahan infrastruktur pasar.

Dalam peninjauan tersebut Gubernur VBL juga didampingi Penjabat Walikota Kupang Geroge Hadjoh. Dan, turut hadir jajaran Pimpinan Perangkat Daerah juga dan Forkopimda.

Pada kesempatan tersebut Gubernur VBL beberapa kali berbincang dengan beberapa pedagang bahan pangan. Di antaranya pedagang sayuran, ikan maupun daging untuk mengetahui kondisi harga yang ada di pasar.

Sejauh pemantauan tersebut adapun kondisi harga pangan di Pasar Inpres Naikoten terpantau stabil. Di antaranya seperti harga cabai besar, tempe, telur, daging sapi dan daging ayam.

Gubernur VBL juga merespon dengan baik masukan dari seorang pedagang sapi yang mengungkapkan keresahannya terhadap para pedagang daging liar yang berjualan di pinggir jalan.

“Baik nanti kita bersama Penjabat Walikota bersama Pimpinan OPD dan Forkopimda akan rapat bersama untuk membahas terkait penertiban para pedagang tersebut. Kita juga akan menertibkan para pedagang sehingga lebih teratur dan juga menyelesaikan beberapa persoalan,” ungkap VBL, Senin (13/02/2023).

Pada kesempatan tersebut Gubernur juga
menginstruksikan Penjabat Walikota Kupang untuk juga memperhatikan saluran air agar tidak menimbulkan genangan air di saat hujan. Dan, terkait kebersihan pasar agar tetap bersih sehingga tidak ada penumpukan sampah yang mengganggu kenyamanan.

Laman: 1 2

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

One response to “Gubernur VBL Tinjau Pasar Inpres Naikoten Kupang, Harga Pangan Relatif Stabil”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses