Ruteng, infopertama.com – Sebanyak 57 desa di Kabupaten Manggarai ditetapkan sebagai penerima dana demplot tahap II dari Kementerian Desa melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD).
Masing-masing desa akan menerima kucuran dana sebesar Rp100 juta untuk pengembangan kegiatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Kepala Bidang Penguatan Kelembagaan dan Partisipasi Masyarakat, Dinas PMD Manggarai, Heribertus WG menjelaskan, dari total tersebut, sebanyak 46 desa akan menerima dana pada tahun 2025, sementara 11 desa sisanya akan direalisasikan pada tahun anggaran 2026.
Ditambahkannya, saat ini pihaknya tengah merampungkan seluruh kelengkapan administrasi untuk penyaluran dana demplot tahap II tersebut. “Tahun ini ada 46 desa, sementara sisanya yang 11 desa tahun depan dan besarannya tetap sama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Program TEKAD sendiri telah mulai dilaksanakan di Kabupaten Manggarai sejak tahun 2020. Namun, program ini sempat mengalami pasang surut dan bahkan terhenti sementara akibat adanya masa transisi di tingkat pusat pada September 2024.
Sejak kembali berjalan pada September 2025, pelaksanaan program TEKAD di desa-desa Kabupaten Manggarai mulai menunjukkan progres yang positif. Ia menyebut capaian sementara sejauh ini dinilai cukup memuaskan. “Progresnya menurut kami cukup bagus,” katanya.
Adapun Realisasi dana demplot tersebut terbagi dalam dua tahap. Tahap I mencakup 20 desa, disusul tahap II sebanyak 57 desa.
Sementara tahun 2025, total terdapat 77 desa penerima program ini yang tersebar di tujuh kecamatan yakni, Satar Mese, Satar Mese Barat, Satar Mese Utara, Cibal, Wae Ri’i, Rahong Utara, dan Ruteng.
Ia menambahkan, dana stimulan tersebut akan dimanfaatkan untuk pengembangan berbagai sektor ekonomi produktif di desa. Jenis kegiatan yang dilaksanakan pun beragam, mulai dari peternakan, pertanian – seperti budidaya padi dan hortikultura – hingga sektor perikanan, termasuk budidaya dan pengelolaan pasca panen.
“Pertanian ini juga macam-macam ada yang bergerak di padi, holtikultura, dan ada yang bergerak di bidang perikanan. Ada juga yang budidaya, dan ada yang pengelolaan pasca panen,” tutupnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel



