Isu Kesehatan Reproduksi: Perspektif Medis dan Psikologis
Sebagai pemateri utama, dr. Yohana Joni, Sp.OG menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh mengenai Infeksi Menular Seksual (IMS), termasuk HIV/AIDS.
Ia mengajak peserta untuk menjaga tubuh sebagai bentuk penghormatan diri.
“Tolong, jagalah tubuh Anda sebaik mungkin,” pesannya kepada para remaja.


Sementara itu, Play Therapist, Anggi Narwastu Ratsih, M.Pd menggarisbawahi pentingnya manajemen stres dan penguatan nilai diri agar remaja tidak mudah terjebak dalam perilaku berisiko.
“Pilihan kecil hari ini menentukan masa depan kita. Hidup kita sangat berharga maka jangan isi dengan hal-hal yang tidak berharga,” tegasnya.
HIV/AIDS di Manggarai: Fakta, Risiko, dan Penanganan
Kunigunda Albert Da, S.KM., M.Epid, menyajikan data bahwa terdapat 467 kasus HIV/AIDS di Manggarai Raya sejak 2013–2024, dengan kelompok risiko mencakup pelajar, sopir, petani, hingga ASN.
Kosmas Takung dari KPAD Manggarai menjelaskan bahwa pihaknya bersama pemerintah terus mendorong 3 Zero: nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, dan nol stigma terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA).
Kolaborasi Gereja dan Lembaga Anak untuk Pencegahan Dini
Ignatius Anggoro Suryo, Manajer Wahana Visi Indonesia (WVI) Manggarai Raya, menyampaikan pentingnya peran Forum Anak sebagai edukator sebaya dalam penyuluhan HIV/AIDS.
Sementara itu, RD. Blasius Harmin dari Komisi Keluarga Keuskupan Ruteng menegaskan bahwa kesehatan reproduksi menjadi bagian dari kesiapan menuju kehidupan keluarga yang berkualitas, sesuai nilai-nilai Katolik.
“Kesehatan calon pasangan adalah bagian dari Bonum Coniugum (kebaikan perkawinan), dan ini perlu ditanamkan sejak remaja,” katanya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
