Ia menjelaskan bahwa Missio FC mengikuti turnamen ini sebagai bagian dari persiapan menuju El Tari Memorial Cup (ETMC) yang akan berlangsung di Larantuka pada November mendatang.
Baca JUga: Unika Ruteng Siap Dorong Transformasi Pada Sektor Kesehatan
“Kami tidak memasang target yang terlalu tinggi. Yang penting, anak-anak bisa bermain secara kompak, membangun kebersamaan, menumbuhkan semangat bertanding, dan mulai menanamkan iklim kompetisi dalam diri mereka,” ungkap Romo Roling.
Selain mempersiapkan tim menghadapi kompetisi berikutnya, Romo Roling berharap partisipasi Unika Santu Paulus Ruteng dalam turnamen di Kabupaten Ngada dapat memperluas pengenalan kampus dan tim kepada masyarakat Flores.
Menurutnya, pengalaman bertanding di luar Ruteng memberikan kesempatan kepada para pemain untuk menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda sekaligus membangun kepercayaan diri.
Evaluasi untuk Meningkatkan Performa pada Laga Berikutnya
Hasil imbang melawan Bokua memberi Missio FC sejumlah aspek untuk dievaluasi, terutama ketenangan ketika menghadapi tekanan, efektivitas penyelesaian akhir, serta komunikasi antarpemain.
Sementara itu, Bokua juga perlu menjaga konsistensi kerja sama dan meningkatkan kemampuan memanfaatkan peluang agar dapat meraih hasil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Bagi Missio FC, Handayani Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar kemenangan. Turnamen ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi para pemain untuk memperkuat mental, membangun kekompakan, dan meningkatkan kesiapan menghadapi ETMC di Larantuka.
Melalui evaluasi dan latihan yang konsisten, Missio FC berharap mampu menunjukkan permainan yang lebih matang serta meraih hasil maksimal dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

