Tag: Survei Voxpol Center

  • 67,7% Pemilih Manggarai Sudah Tetapkan Pilihan, Hery Nabit Paling Banyak Dipilih

    Ruteng, infopertama.com – Tingginya elektabilitas Herybertus G. L. Nabit atau yang akrab disapa Hery Nabit pada survey terakhir, karena prefensi politik masyarakat Manggarai sudah tetap dan sulit diubah.

    Seperti yang diketahui, lembaga survey nasional yaitu Voxpol Center pada 23 Mei – 2 Juni 2024 melakukan survey terhadap bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati Manggarai dalam menghadapi Pilkada serentak yang akan gelar 27 November 2024 yang akan datang.

    Data yang diperoleh media ini menyebutkan, dari hasil survey Voxpol Center, sebanyak 67,7% masyarakat Manggarai sudah mantapkan pilihannya. Sebanyak 34,1% masih berubah, dan 3,2% tidak tahu atau tidak jawab.

    Dari jumlah 67,7% itu, Hery Nabit memiliki strong voters atau pemilih yang sudah mantapkan pilihan dan tidak akan berubah yang tertinggi dari 12 calon lainnya yaitu sebesar 24,1%; menyusul Victor Selamet sebesar 9,5%, Heribertus Ngabut sebesar 8,6%, Maksimus Ngkeros sebesar 5,7%, dan Ronald Susilo sebesar 5,5%. Sisanya milik 6 bakal calon bupati lainnya dengan kisaran 0,2%-2,7%.

    Survey Voxpol Center adalah survey terakhir setelah sebulan sebelumnya yaitu tanggal 24- 29 April, sebuah lembaga survey tingkat nasional yaitu Charta Politica Indonesia melakukan survey serupa.

    Data yang diperoleh media ini dari hasil survey Voxpol Center menyebutkan, elektabilitas Hery Nabit masih tertinggi dari sejumlah nama bakal calon bupati yang lainnya.

    Saat melakukan survey, Voxpol Center melakukan dua simulasi yaitu simulasi pertama dengan 12 bakal calon bupati, dan simulasi ke dua dengan 9 bakal calon bupati.

    Laman: 1 2

  • Survey Terbaru Pilkada Manggarai, Elektabilitas Hery Nabit Kembali ke Puncak

    Ruteng, infopertama.com – Elektabilitas Herybertus G.L. Nabit kembali ke puncak mengalahkan para kandidat lain yang akan bertarung dalam Pilkada Manggarai 2024.

    Sebagaimana diketahui, dalam sebulan yaitu dari periode April dan Mei 2024, pemilih di Kabupaten Manggarai mengalihkan dukungan kepada Herybertus G. L. Nabit atau Hery Nabit untuk menjadi bupati pada periode 2024-2029.

    Hal tersebut tergambar pada hasil survey dua lembaga survey yaitu Charta Politica Indonesia (CPI) dan Voxpol Center.

    Dua lembaga survey tersebut telah melakukan survey terkait elektabilitas sejumlah figur dalam rangka Pilkada Kabupaten Manggarai yang digelar 27 November 2024 yang akan datang.

    Dua Lembaga survey tersebut melakukan survey pada waktu yang berbeda.

    Charta Politica Indonesia melakukan survey pada periode 24-29 April atau lama survey selama 6 hari dengan jumlah responden 400 orang yang tersebar di 12 kecamatan. Adapun margin error-nya adalah 4,9%.

    Sebulan kemudian, yaitu dari tanggal 23 Mei-2Juni 2024 dengan lama survey 12 hari. Dua lembaga survey tersebut melakukan survey selang sebulan.

    Hasilnya, dalam kurun waktu sebulan pemilih di Manggarai mengalihkan dukungan terhadap Hery Nabit untuk menjadi bupati Manggarai untuk periode 2024-2029.

    Hasil survey Charta Politica Indonesia yang dilakukan dari tanggal 24-29 April 2024, Hery Nabit tidak menjadi pilihan pemilih di Kabupaten yang sedang dipimpinnya.

    Dari berbagai simulasi jumlah calon yang dilakukan oleh lembaga survey Charta Politica Indonesia itu, elektabilitas Hery Nabit dibawah calon lainnya.

    Laman: 1 2

  • Dijagokan Lawan Hery Nabit, Elektabilitas Heribertus Ngabut Malah Ditinggal Viktor Selamet

    Ruteng, infopertama.com – Elektabilitas Heribertus Ngabut tertahan di angka 10,9 – 11,8 persen dalam dua simulasi survei yang dilakukan oleh lembaga survei Voxpol Center Research & Consulting.

    Tingkat keterpilihan Ketua Bapilu Golkar Manggarai Heribertus Ngabut yang digadang-gadang sebagai calon terkuat pada Pilkada Manggarai tertinggal jauh dari Viktor Selamet di posisi kedua dengan persentase 18-20 persen.

    Sementara, elektabilitas tandemnya pada Pilkada 2020, Herybertus G.L. Nabit unggul jauh dengan tiga kali lipat pada angka 34 – 36 persen.

    Berikut hasil survei Voxpol yang menunjukkan tiga nama calon bupati Manggarai dengan elektabilitas tertinggi di Pilkada 2024 November nanti.

    Dari simulasi pertama dengan 12 nama Calon bupati yang disurvei Voxpol, elektabilitas Herybertus G. L. Nabit posisi teratas dengan 34,1 persen diikuti Victor Selamet 18,9 persen. Heribertus Ngabut yang digadang-gadang sebagai calon terkuat pada bursa Pilkada Manggarai hanya memeroleh 10,9 persen.

    Di belakang Heri Ngabut, pada posisi ke empat ditempati Ngkeros Maksimus 9,3 persen, Ronald Susilo 9,1 persen, Ben Isodorus 4,1 persen.

    Berikutnya, mantan ketua KPU Provinsi NTT, Thomas Dohu berada di angka 4,1 persen, Marta Muslim 2,5 persen, Yohanes Halut 1,4 persen, Florianus Santoso Nggagur 0,7 persen, Edelbertus Hardiman R. Ganggut 0,7 persen dan Fransiskus Ramli Boy Koyu 0,7 persen.

    Sementara dari data survey elektabilitas Bupati simulasi  9 nama di antaranya Herybertus G. L. Nabit menduduki peringkat pertama dengan 35,7 persen, diikuti Victor Selamet 20,2 persen, Heribertus Ngabut 11,8 persen, Ronald Susilo 10,2 persen, Ben Isodorus 4,5 persen, Thomas Dohu 4,1 persen, Marta Muslim 3,0 persen, Yohanes Halut 2,0 persen dan Fransiskus Ramli Boy Koyu 1,4 persen.

    Laman: 1 2

  • Survei Voxpol Center Vs IPK Indonesia, Rizal Ramli: Poling Rp Abal-Abal Berbayar

    Ruteng, infopertama.com – Ekonom Senior, Rizal Ramli ikut menyoroti hasil survei Voxpol Center Research and Consulting yang menemukan bahwa masyarakat menilai pemerintahan Jokowi dan Ma’ruf Amin bersih dari praktik korupsi dan suap.

    Demikian Rizal menilai bahwa apa yang menjadi hasil poling Voxpol Center sangat kontras dengan keadaan indeks persepsi korupsi (IPK) indonesia. Ia bahkan menyebut poling Voxpol sebagai poling Rp abal-abal berbayar.

    “Konstrast banget dengan Polling Rp abal2 berbayar 😄,” cuit Rizal, Senin (26/12).

    Berdasar pada data Transparency International Indonesia bahwa posisi indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia berada di peringkat 96 dari 180 negara.

    Indonesia berhasil memeroleh skor 38 di mana nilai tersebut meningkat satu poin dari tahun lalu. Meski begitu, skor yang Indonesia peroleh masih di bawah rata-rata IPK global, yakni 43.

    Masih dari data tersebut, IPK Indonesia malah berada di bawah Timor Leste (41), Vietnam (39). Sementara dua negara asia Tenggara dengan IPK di atas rerata global yaitu Singapura (85) dan Malaysia (48).

    Ketahui, Indeks Persepsi Korupsi merupakan sebuah penilaian indikator korupsi di suatu negara oleh Trapnsparency International sejak tahun 1995 silam. Sistem penilaiannya menggunakan survei pandangan publik suatu negara terhadap kinerja pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di negaranya. Indeks ini keluarkan secara rutin setiap tahunnya dengan nilai skor 0-100 di mana tingkat pemberantasan korupsi suatu negara akan semakin membaik jika mendekati angka 100 dan semakin buruk jika mendekati angka 0.

    Laman: 1 2