Tag: Psikologi Hitam

  • Emak-Emak di Medsos: Saat Mulai Kepengen tanpa Bisa Jelasin Alasannya

    Emak-Emak di Medsos: Saat Mulai Kepengen tanpa Bisa Jelasin Alasannya

    infopertama.com – Topik yang menarik sekaligus menggelitik Istilah “Psikologi Hitam” (Black Psychology) apalagi jika dikaitan dengan wanita yang selalu telat sadar setelah menjadi korban di Media Sosial.

    Psikologi Hitam sering kali diasosiasikan dengan teknik manipulasi, persuasi gelap, dan kontrol pikiran. Ketika kita melihat fenomena “Emak-emak” di media sosial, kita sering melihat perpaduan unik antara kepolosan teknologi dan dorongan psikologis yang kuat.

    Sisi Gelap Jempol Bunda: Fenomena Emak-Emak di Sosmed

    Dunia digital bukan lagi milik generasi Z semata. Saat ini, kelompok “Emak-emak” menjadi salah satu demografi paling aktif sekaligus paling berpengaruh di platform seperti Facebook, WhatsApp, dan TikTok. Namun, di balik konten resep masakan dan video cucu, terdapat dinamika psikologis yang sering kali bersinggungan dengan aspek Psikologi Hitam.

    1. Manipulasi Emosional Melalui “Fear of Missing Out” (FOMO)

    Salah satu teknik dalam psikologi hitam adalah memanfaatkan rasa takut. Emak-emak sering kali menjadi sasaran sekaligus penyebar pesan berantai (hoaks) yang bernada ancaman atau peringatan medis palsu.

    Polanya: “Bagikan jika Anda sayang keluarga, abaikan jika ingin celaka.”

    Dampaknya: Pesan ini memicu rasa bersalah (guilt-tripping) yang memaksa mereka untuk menyebarkan informasi tanpa verifikasi demi menjaga “keamanan” lingkaran sosial mereka.

    2. Validasi Sosial dan Love Bombing Digital

    Psikologi hitam mengenal istilah love bombing, yakni pemberian perhatian berlebih untuk mengontrol seseorang. Di media sosial, ini mewujud dalam bentuk komentar pujian yang masif di grup-grup komunitas.

    Keinginan untuk merasa dianggap (validation) membuat mereka sangat rentan terhadap manipulasi oleh akun-akun yang menggunakan profil “ustaz”, “dokter”, atau “sosok sukses” gadungan yang memberikan perhatian palsu demi keuntungan finansial atau dukungan politik.

    Laman: 1 2 3 4