Tag: Peluncuran EYD revisi V

  • Kata Bahasa Indonesia yang Estetis Lengkap dengan Artinya

    infopertama.com – Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional yang digunakan oleh seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Sekarang ini, tidak bisa pungkiri bahwa ada banyak kata dalam bahasa Indonesia yang kini mulai populer karena sering pakai dalam lirik lagu, novel, puisi, dan film. Misalnya, kata kulacino, renjana, karsa, hingga nirwana.

    Meskipun terdengar asing, faktanya kata-kata yang jarang digunakan itu tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Namun, banyak masyarakat yang kurang familier terhadap kata-kata tertentu karena kata-kata tersebut hampir tidak pernah menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Lantas apa saja kata bahasa Indonesia yang aesthetic atau estetis, yang jarang yang ketahui artinya? Berikut ini ada 30 kata tersebut!

    1. Kulacino (bekas air di meja akibat gelas dingin atau basah)
    Kata Bahasa Indonesia

    2. Candramawa (hitam bercampur putih)

    Kata Bahasa Indonesia

    3. Nirmala (tanpa cacat atau sempurna)

    Kata Bahasa Indonesia

    4. Aurora (cahaya pagi yang mengawali hari)

    Kata Bahasa Indonesia

    5. Swastamita (pemandangan indah matahari terbenam)

    Kata Bahasa Indonesia

    6. Renjana (rasa hati yang kuat)

    Kata Bahasa Indonesia

    7. Dersik (desir angin)

    Kata Bahasa Indonesia

    8. Arunika (sinar matahari pagi)

    Kata Bahasa Indonesia

    9. Eufoni (kombinasi bunyi yang dianggap enak didengar)

    Kata Bahasa Indonesia

    10. Lindap (redup)

    11. Karsa (kekuatan jiwa yang mendorong makhluk hidup untuk berkehendak)

    12. Metanoia (perjalanan panjang untuk mengubah pikiran)

    13. Lazuardi (permata yang berwarna biru kemerahan)

    14. Nirwana (surga)

    15. Asmaraloka (dunia, cinta kasih)

    16. Nabastala (langit)

    17. Kulminasi (puncak tertinggi)

    18. Akara (bayangan)

    19. Kirana (sinar, cantik)

    20. Lara (sedih, susah hati)

    21. Petrikor (aroma harum tanah kering saat terkena hujan)

    Laman: 1 2

  • Pedomaan Bahasa Indonesia Kembali Menggunakan EYD

    Ruteng, infopertama.com – Badan Bahasa Kemdikbudristek kembali meluncurkan EYD edisi ke V yang sebelumnya memakai PUEBI. Peluncuran penggunaan EYD bertepatan dengan 50 tahun penetapan EYD sejak 1972 dan akan lakukan penyesuaian dengan KBBI.

    “Peluncuran EYD Edisi V tentu berpengaruh pada KBBI yang kami mutakhirkan dua kali dalam setahun, yakni akhir April dan akhir Oktober,” beber Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz dalam laman Gerakan Literasi Nasional Kemdikbud, seperti dikutip, Kamis (18/8/2022).

    “Sejak saat ini, penyesuaian pada KBBI akan berjalan hingga akhir Oktober sehingga semua penyempurnaan EYD sepenuhnya diakomodasi dalam sistem.”

    PUEBI Diganti dengan EYD

    EYD atau Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan adalah pedoman penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan, seperti penulisan huruf miring, kapital, dan sebagainya. Sejak 1972, EYD telah mengalami revisi sebanyak 5 kali.

    Pada edisi ke-4 tahun 2015, EYD sempat berganti nama menjadi PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Namun kembali menggunakan EYD pada edisi terbarunya.

    Isi EYD Berubah 50 Persen

    Edisi terbaru ini disebut mencantumkan perubahan yang signifikan. Mengutip laman Kemdikbud, bahwa ada sebanyak 50 persen perubahan dalam EYD ke-5.

    “Secara keseluruhan, perubahan yang ada lebih dari 50 persen,” demikian isi pengumuman tersebut.

    Secara umum, perubahan yang terdapat dalam edisi terbaru adalah penambahan kaidah baru dan perubahan pada kaidah yang telah ada. Selain itu, terdapat perubahan redaksi, contoh, dan tata cara penyajian.

    Sebagai contoh, terdapat aturan penambahan tanda baca titik pada tabel dan bagan yang terdapat dalam BAB III.

    Laman: 1 2