Tag: Energi Hijau

  • Persiapan Pelaksanaan Pengadaan Tanah Tahap 2 PLTP Ulumbu 5-6 Poco Leok Berjalan Lancar, Kolaborasi PLN dan BPN untuk Energi Hijau

    Ruteng, infopertama.com – Badan Pertanahan Nasional (BPN) bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) serta dihadiri Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai, Kejaksaan Negeri Manggarai, Polisi Resort Manggarai, dan Komando Distrik Militer 1612 telah menggelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Pengadaan Tanah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5-6 Poco Leok untuk Wellpad J, Access Road Wellpad J, Access Road Wellpad G, Access Road STA 0+000 – 7+200 dan Tikungan Access Road di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, NTT, November 2024.

    Dalam rapat koordinasi yang dilakukan bersama Panitia Pelaksana Pengadaan Tanah PLTP Ulumbu 5-6 dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) itu, Kepala Kantor BPN Manggarai Timur sekaligus pemimpin rapat, Jermias Haning, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk koordinasi antara tim pelaksana dengan tim pendamping dalam rangka kegiatan sosialisasi identifikasi dan inventarisasi.

    Di bulan ini, tim persiapan pengadaan tanah mengagendakan dua kegiatan, yakni sosialisasi di Desa Wewo dan identifikasi dan inventarisasi tanah PLTP Ulumbu Unit 5-6 di Poco Leok.

    Ia mengatakan, pada kegiatan identifikasi tanah dilakukan untuk yang status kepemilikannya sudah clear and clean, sehingga tidak ada lagi persoalan di kemudian hari sehubungan dengan ahli waris dan sebagainya atas tanah tersebut. Sementara untuk tahap inventarisasi lebih kepada kegiatan pengukuran, pemetaan, dan pengumpulan data mengenai penguasaan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah beserta isinya untuk kemudian akan dinilai.

    Laman: 1 2 3

  • Pimpin Delegasi Indonesia di COP29, Hashim Djojohadikusumo Pikat Pendanaan Hijau EUR 1,2 Miliar untuk Sektor Kelistrikan

    Baku, infopertama.com – Pemerintah Indonesia melalui Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Hashim Djojohadikusumo berhasil memikat pendanaan hijau sebesar EUR 1,2 miliar untuk sektor kelistrikan dari Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) pada ajang Conference of the Parties (COP) 29 di Baku, Azerbaijan, Rabu (13/11).

    Pendanaan tersebut digunakan untuk pengembangan sejumlah infrastruktur kelistrikan hijau menuju swasembada energi nasional yang berkelanjutan.

    Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT PLN (Persero) dengan KfW untuk pengembangan proyek energi bersih yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pumped Storage dan transmisi yang menghubungkan ke pembangkit hijau.

    Hashim menegaskan bahwa Pemerintah berkomitmen untuk mengakselerasi transisi energi. Dengan menggalang kolaborasi hingga tingkat global, peralihan ke energi terbarukan diharapkan mampu menopang swasembada energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

    “Kami telah memiliki strategi baru selama lima tahun ke depan dengan mencapai pertumbuhan ekonomi minimal 8% secara berkelanjutan,” tegas Hashim.

    Hashim mengatakan, pengembangan sumber energi bersih berperan krusial untuk meningkatkan daya saing industri. Dalam 15 tahun ke depan, kapasitas pembangkit energi terbarukan Indonesia ditargetkan bertambah 75% dari total penambahan kapasitas listrik sebesar 100 gigawatt (GW).

    “Kami akan menjadi negara besar yang akan memenuhi tanggung jawab dalam menjaga masa depan lingkungan. Kami sangat mengapresiasi kerja sama internasional yang telah terjalin sebagai bentuk upaya bersama mencapai target Net Zero Emissions (NZE),” jelas Hashim.

    Laman: 1 2

  • Pembukaan COP29 Azerbaijan: PLN Galang Kolaborasi Global untuk Transisi Energi Menuju Swasembada Energi Berkelanjutan

    Baku, infopertama.com – PT PLN (Persero) menggalang kolaborasi dengan komunitas global dalam Conference of the Parties (COP) 29 yang digelar di Baku, Azerbaijan, pada 11-24 November 2024. Upaya ini searah dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk menjalankan transisi energi menuju swasembada energi berkelanjutan.

    Utusan Khusus Indonesia dalam COP 29, Hashim Djojohadikusumo menyatakan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia berkomitmen penuh untuk menjalankan semua komitmen yang telah dibuat oleh Presiden-Presiden sebelumnya terkait program transisi energi selaras dengan upaya mitigasi perubahan iklim.

    ”Kami akan terus memenuhi komitmen-komitmen tersebut. Akan ada program baru yang ditawarkan oleh Presiden Prabowo dan pemerintahannya kepada dunia. Salah satunya adalah program penambahan pembangkit listrik sebesar 100 gigawatt yang akan diterapkan oleh pemerintah dalam 15 tahun ke depan, di mana 75% atau 75 gigawatt akan berasal dari energi baru terbarukan yang memerlukan investasi sebesar 235 Miliar USD,” ucap Hashim pada sambutannya sekaligus membuka Paviliun Indonesia di COP 29, Baku Azerbaijan, Senin (11/11).

    Selain itu kata Hashim, terdapat pula komitmen lain dalam upaya mereduksi emisi karbon lewat implementasi Carbon Capture and Storage. Pemerintah Indonesia dalam hal ini siap bekerja sama dengan perusahaan multinasional dan pihak lain yang berniat untuk berinvestasi di sektor tersebut.

    ”Kita diberkahi dengan jumlah besar saline aquifer di seluruh kepulauan, baik di darat maupun di lepas pantai, dan kami memperkirakan bahwa kami memiliki kapasitas penyimpanan karbon sebesar 500 gigaton,” lanjut Hashim.

    Laman: 1 2 3 4

  • Perkuat Sinergi dengan Keuskupan Larantuka, PLN Komitmen Wujudkan Lembata sebagai Pulau 100 Persen Energi Hijau

    Lembata, infopertama.com – Dalam rangka memperkukuh sinergi dengan tokoh agama di sekitar kawasan pembangunan geothermal Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei 10 MW dan mewujudkan Lembata sebagai Pulau 100 persen energi hijau, PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) berkunjung ke rumah pastoran Gereja St. Maria Baneux Kota Lewoleba, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

    Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Uskup Larantuka, Mgr. Frans Kopong Kung dan jajarannya, Vikjen Romo Gabriel Unto Da Silva dan Sekjen Keuskupan Larantuka, Romo Ancis Kwaelaga, serta Romo Deken Lembata, Romo Sinyo Da Gomez, PT PLN (Persero) UIP Nusra memaparkan sejumlah tahapan dan proses-proses adat yang telah dan akan dilakukan dalam mendukung keberlanjutan pembangunan geothermal PLTP Atadei untuk mewujudkan Lembata sebagai pulau 100 persen energi hijau.

    Adapun rangkaian tahapan yang telah dilaksanakan tersebut, di antaranya ekspos ke pemerintah daerah dalam forum komunikasi pimpinan daerah, pelaksanaan studi banding ke Geothermal Kamojang yang diikuti Forkopimda dan perwakilan masyarakat, seminar budaya Atakore, sosialisasi pengembangan panas bumi, sosialisasi pengadaan tanah di Desa Atakore dan Desa Nubahaeraka, serta identifikasi dan inventarisasi lahan maupun tegakan di lokasi pembangunan PLTP Atadei.

    Di samping itu, pemerintah desa serta pemangku adat setempat juga telah melakukan ritual adat Ahar Tu di lokasi Ina Kar, pertanda dimulainya kegiatan di lokasi seturut tradisi budaya setempat.

    Laman: 1 2 3 4 5

  • Transisi Energi; Apakah Utopia?

    infopertama.com – Transisi energi merupakan proses pengalihan energi yaitu dari energi tidak ramah lingkungan menuju energi ramah lingkungan alias energi hijau. Pengalihan menuju energi bersih telah menjadi kehendak bersama dunia internasional.

    Kehendak bersama dunia internasional ini kemudian tercermin dalam Konvensi Paris (Paris Agreement) 2015. Kesepakatan ini mendorong negara-negara untuk berupaya melakukan pengalihan energi dari berbahan fosil menuju yang terbarukan.

    Tujuannya tidak lain untuk mengurangi emisi yang telah mengakibatkan perubahan iklim dalam 20-30 tahun terakhir. Sejalan dengan Konvensi Paris, hasil kesepakatan Presidensi G20 yang dilaksanakan di Bali pada 2022 juga mendukung penuh pemanfaatan energi terbarukan. Sesuai dengan kesepakatan dalam forum tersebut bahwa penggunaan energi-energi terbarukan hendaknya segera diupayakan demi menjaga iklim bumi.

    Indonesia kemudian menindaklanjuti kesepakatan tersebut dengan berupaya memaksimalkan sumber-sumber energi terbarukan seperti air, udara, matahari dan panas bumi (geotermal). Namun demikian, sebagaimana diketahui bersama bahwa pemanfaatan geotermal menjadi proyek transisi energi yang paling diniscayakan dunia internasional. Ini pulalah alasan mengapa Indonesia sekarang ini serius membangun dan mengembangkan proyek-proyek geotermal.

    Akan tetapi, tidak boleh dinafikan bahwa dalam upaya pemanfaatan energi-energi terbarukan masih saja dihantui penolakan-penolakan. Rasa-rasanya, antara mewujud nyatakan idea transisi energi dengan kenyataan mempertahankan energi fosil masih menjadi wajah miris proyek-proyek transisi energi. Lantas, apakah memang transisi energi sebagai utopia (khayalan akan kesempurnaan; sulit diwujudkan)? Tentu saya tidak akan menjawab pertanyaan ini dengan utopis. Mari kita lihat data impor berikut ini.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi impor minyak dan gas bumi (migas) RI selama Januari-Maret 2024 mencapai US$ 9 miliar atau sekitar Rp 145,8 triliun. Data ini mencatat terjadi kenaikan sebesar 8,13% dibandingkan periode yang sama pada 2023 yang sebesar US$ 8,33 miliar.

    Laman: 1 2 3