Survei Indometer: PDIP Semakin Ditinggalkan, Gerindra Menuju Puncak

Sebagai catatan, Ganjar awalnya tidak didukung oleh kalangan elite PDIP. Bahkan nyaris terjadi pengkubuan di internal partai berlambang kepala banteng tersebut. Ganjar justru lebih banyak disokong oleh Jokowi yang saat itu masih mencari siapa figur penggantinya yang paling tepat.

Jokowi menginginkan kepemimpinan nasional berikutnya hasil Pemilu 2024 bisa menjamin keberlanjutan program yang sudah diletakkan pondasinya selama dua periode berjalan.

“Ganjar ternyata lebih memilih menjadi petugas partai alih-alih loyalis Jokowi,” terang Leonard.

Sebaliknya dengan Prabowo yang memposisikan diri sebagai capres paling tegas mendukung keberlanjutan. Mantan rival Jokowi dalam dua kali pemilu itu kemudian bergabung dalam pemerintahan dan justru menjadi pendukung kuat Jokowi.

Sementara Gerindra terus mengungguli PDIP, partai lain pengusung Prabowo-Gibran seperti Golkar juga mulai menikmati kenaikan elektabilitas.

“Jika PDIP tidak berhati-hati, bukan hanya dikalahkan Gerindra tetapi juga bersaing dengan Golkar di tiga besar,” Leonard mengingatkan.

Pada urutan berikutnya ada PKB (7,5 persen), Demokrat (6,8 persen), PSI (6,5 persen), dan PKS (4,1 persen). Di bawah ambang batas parlemen ada PAN (3,2 persen), Nasdem (2,5 persen), PPP (2,0 persen), Perindo (1,5 persen), dan Gelora (1,4 persen).

“Kenaikan juga dialami oleh PAN yang masuk Koalisi Indonesia Maju (KIM), sedangkan PPP di kubu Ganjar-Mahfud menurun elektabilitasnya,” papar Leonard. Berikutnya di papan bawah ada PBB (0,8 persen), Ummat (0,5 persen), dan Hanura (0,4 persen).

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel