Dalam kata-kata pertamanya sebagai Paus, Leo XIV berbicara dengan penuh kasih tentang pendahulunya, Fransiskus. Beliau menggambarkan Paus Fransiskus sebagai seseorang yang berani dan penyalur berkat yang baik bagi umat manusia.
“Kita masih mendengar di telinga kita suara Paus Fransiskus yang lemah namun selalu berani yang memberkati kita,” katanya. “Bersatu dan bergandengan tangan dengan Tuhan, mari kita maju bersama,” tambahnya kepada orang banyak yang bersorak.
Menariknya, pada 20 tahun silam Paus Leo XIV saat menjadi pimpinan Umum Ordo Santu Agustinus (OSA) pernah mengunjungi Indonesia.
Ingatan kunjungan Paus XIV ke tanah Papua terekam dengan baik oleh Pastor Abuna Markus Malar OSA. Menurut Pastor Abuna, Paus Leo XIV berkunjung ke Papua saat menjadi Jenderal Ordo OSA.
Pastor Abuna Markus Malar OSA, misalnya, belum melupakan kunjungan Paus Leo XIV ke tanah Papua, tepatnya di SMA Santo Agustinus Sorong tahun 2003. Saat itu bertepatan dengan peringatan 50 Tahun Ordo OSA berkarya di Tanah Papua. Kebetulan, Paus Leo XIV bertugas sebagai Jenderal Ordo OSA.
Dalam kunjungan ini, Paus Leo XIV membawakan materi dalam seminar sehari di Aula SMA Augustinus Sorong.
“Saya sangat kagum dengan kecerdasan, kesederhanaan dan kerendahan hatinya, ” kata Pastor Abuna, yang kini bertugas di Manokwari, Papua Barat.
Sebagai penerus Paus Fransiskus yang sangat memerhatikan keberagaman budaya, umat Katolik percaya semangat yang sama bakal dilanjutkan Paus Leo XIV.
Tidak hanya sekadar blusukan ke daerah terpencil tapi ikut memberikan dampak nyata untuk kesejahteraan semua manusia. Seperti semboyan yang dipilihnya, ”In illo uno unum” yang artrinya ”Dalam Dia yang satu, kita satu”.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




