Pakar Nutrisi Ternak Malaysia, Dr. Hasliza Abu Hassim: Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Tropis Berbasis Riset pada 5th ICEHHA

Assoc. Prof. Dr. Hasliza Abu Hassim dari Universiti Putra Malaysia (berjilbab), pakar nutrisi ternak yang memaparkan riset pakan tropis, pemanfaatan limbah pertanian, dan strategi ketahanan pangan berkelanjutan. SUmber Foto: Tangkapan layar Oleh Elvis Hadun
  1. peningkatan kualitas pakan menggunakan white rot fungi, enzim fibrolytik, dan yeast,
  2. optimalisasi nutrisi untuk ayam, ruminansia, dan hewan domestik,
  3. serta peluang pemanfaatan limbah pertanian berserat tinggi sebagai bahan pakan alternatif.

Menurutnya, negara tropis seperti Indonesia dan Malaysia memiliki sumber daya biomassa pertanian yang sangat besar, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan.

“Agricultural by-products dapat menjadi sumber pakan yang berkualitas bila kita menerapkan teknologi pretreatment yang tepat. Ini mampu meningkatkan performa ternak tanpa harus bergantung pada bahan impor,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan limbah organik.

Peran Nutrisi dalam Mendorong Peternakan Berkelanjutan

Lebih jauh, Dr. Hasliza menekankan bahwa riset nutrisi ternak harus bergerak mengikuti tantangan global seperti:

  • kebutuhan protein dunia yang meningkat,
  • krisis pakan konvensional,
  • perubahan ekologi dan pola penyakit,
  • serta transformasi ekonomi perdesaan.

    Dalam konteks tersebut, Malaysia dan Indonesia berada pada posisi strategis untuk memimpin inovasi di sektor peternakan tropis berkat keanekaragaman hayati dan potensi pertanian yang besar.

    “Sustainable animal production membutuhkan integrasi nutrisi, manajemen kandang, kesehatan ternak, dan pendekatan ekologi. Sektor ini harus bergerak holistik dan berbasis bukti ilmiah,” ungkapnya.

    Riset dan Pengabdian Fondasi Akademik Pakar Nutrisi Malaysia

    Dr. Hasliza, yang menyelesaikan pendidikannya mulai dari DVM (UPM), Master of Science (UPM), hingga PhD di Ghent University, Belgia, telah memimpin dan terlibat dalam berbagai proyek nasional dan internasional yang berfokus pada:

    1. pemanfaatan sumber lokal untuk pakan ternak,
    2. manajemen nutrisi sapi, kambing, unggas, dan hewan peliharaan,
    3. serta pengembangan pakan berbasis fermentasi dan rekayasa nutrisi.

    Ia juga sering menjadi narasumber di berbagai seminar nasional dan internasional terkait nutrisi hewan, nutrisi tropis, dan keberlanjutan peternakan.

    ICEHHA V Jadi Ruang Pertemuan Ilmu dan Kolaborasi Global

    Kehadiran Dr. Hasliza pada ICEHHA V memperkaya dinamika pengetahuan yang hadir di forum ilmiah tersebut.

    Konferensi ini mempertemukan lima rumpun ilmu pendidikan, humaniora, kesehatan, pertanian, dan teknik untuk menanggapi tema besar “Knowledge in Action for Sustainable Societies.”

    Melalui konferensi ini, Unika Santu Paulus Ruteng meneguhkan posisinya sebagai kampus yang mengedepankan kolaborasi lintas ilmu untuk pembangunan berkelanjutan.

    Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel