Cepat, Lugas dan Berimbang

Membentuk Karakter Anak Mesti Dilakukan Sejak Dini

Oleh Maria Salviana Nita*

Manusia menurut teori tabularasa John Locke diibaratkan sebagai secarik kertas kosong, yang perlu kita isi dengan coretan-coratan positif. Salah satu coretan yang mutlak dalam kertas kosong itu adalah karakter. Karakter anak, urgen tuk kita lakukan sejak usia dini, sehingga kelak tumbuh kembang anak dapat terbentuk sesuai dengan coretan tersebut.

Hal itu dapat dilakukan dengan pendidikan karakter pada anak sejak usia dini. Tujuan utama pendidikan karakter sejak usia dini ini untuk menumbuhkan kepekaan dan tanggung jawab sosial, membangun kecerdasan emosional. Serta, mewujudkan anak-anak agar memiliki etika tinggi yang dilakukan sejak usia 0-6 tahun. Pendidikan karakter dinilai sangat penting ditanamkan pada usia pra sekolah sampai duduk di SD karena pendidikan karakter sebagai sebuah proses pendidikan yang ditujukan untuk memancarkan akhlak mulia. Oleh karena itu, karakter pendidikan berperan penting bagaimana anak-anak memelihara dan menjalani kehidupan mereka.

Pada dasarnya di zaman milineal ini, banyak masyarakat yang beranggapan pendidikan karakter pada anak zaman dahulu dan zaman sekarang berbeda. Pendidikan karakter pada zaman dahulu memang lebih bagus dibandingkan zaman sekarang ini. Karakter yang berkualitas pada saat ini perlu dibentuk dan dibina sejak usia dini. Pendidikan sekarang, banyak permasalahan seperti, kurangnya anak yang memiliki nilai karakter, dan kurangnya peranan orang tua. Bahkan kurangnya peranan guru dalam mengembangkan atau menumbuhkan karakter pada anak-anak sejak dini.

Usia dini sampai sekolah dasar (SD), merupkan masa kritis bagi pembentukan karakter seseorang, penanaman moral melalui pendidikan karakter sejak dini kepada anak-anak adalah kunci membangun karakter serta mencerdaskan anak bangsa bagi masa depan. Akan tetapi, pada faktanya sebagian besar anak zaman sekarang susah diatur dan membuat orang tua mengeluh. Misalnya anak SD mulai berani melawan guru dan orang tua, berkelahi dengan teman, merokok, dan masih ada perilaku yang tidak baik.

Karakter Anak
Maria Salviana Nita (Dok. Pribadi)

Orang tua dan guru merupakan faktor penting dan yang paling bertanggung jawab dalam perkembangan karakter anak. Peran orang tua dalam pembentukan karakter sejak dini di lingkungan keluarga, yaitu orang tua tidak melalaikan anak agar anak tidak merasa diasingkan dalam keluarga, mampu memberikan kasih sayang yang tulus dan adil agar tidak ada kecemburuan antara satu sama lain, mampu membagi waktu dengan anak agar ia dapat merasakan kasih sayang yang nyata, dan memberikan suasana yang nyaman kepada anaknya serta memberikan nasehat dengan baik tanpa membandingkan dengan yang lain. Selain itu, penanaman karakter yang harus dilakukan oleh orang tua, yaitu anak dilatih untuk berbicara agar cara berbicaranya mudah diterima oleh orang lain, anak dituntun mampu berpikir dengan baik saat diberi saran dan mampu menerima kritikan orang lain dengan baik demi kelangsungan hidupnya. Tidak hanya dituntun mampu berpikir, melainkan anak diajarkan religius dengan baik dan benar.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel