Prosesi ini menjadi tanda pembuka seluruh rangkaian ritual, sekaligus simbol penghormatan terhadap nilai-nilai adat Manggarai. Usai pelaksanaan Tesi, rangkaian ritual adat dilanjutkan dengan acara Rahi, yaitu prosesi penyambutan dan pemberian penghormatan kepada seluruh perwakilan yang hadir. Rahi disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Aloysius Jebarut.
Acara Rahi dilaksanakan sebagai simbol penerimaan, kebersamaan, dan persatuan antara pemerintah daerah, tokoh adat, serta seluruh unsur masyarakat yang terlibat dalam ritual adat Teing Hang Kolang.
Prosesi ini menegaskan nilai persaudaraan dan kekeluargaan yang menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat Manggarai.
Ritual dipimpin oleh salah satu tua adat dari Beo Ruteng Pu’u, Maksimus Antar
Tuturan yang disampaikan adalah rangkaian doa dan persembahan adat sebagai ungkapan terima kasih atas berkat yang telah diterima serta harapan akan kedamaian, kesejahteraan, dan keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Manggarai.
Pelaksanaan ritual adat Teing Hang Kolang ini juga menjadi momentum mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat dalam menjaga nilai-nilai budaya di tengah dinamika modernisasi.
Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap semangat kebersamaan dan kearifan lokal yang tercermin dalam ritual ini dapat terus menjadi inspirasi dalam mewujudkan Manggarai yang maju, sejahtera, dan berbudaya.
Ritual selanjutnya Helang. Helang ini sendiri merupakan Pemberian sesajian kepada semua leluhur yang disebut dalam tuturan ritual pada tempat khusus. Acara ditutup dengan makan malam bersama.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan