Cepat, Lugas dan Berimbang

Hasil Penelitian Orangtua Punya Anak Kesayangan, Sulung Perempuan itu Istimewa

infopertama.com – Sebuah studi mengungkap, anak sulung perempuan adalah sosok yang paling sering mendapatkan tempat istimewa di hati orangtua, dibandingkan saudara kandung lainnya.

Data dari penelitian yang berbasis di Inggris menunjukkan, hampir 74 persen ibu dan 70 persen ayah mengaku, mereka menunjukkan sikap pilih kasih terhadap salah satu anak mereka.

Temuan ini diperkuat oleh riset dari Brigham Young University (BYU) yang mendalami bagaimana urutan kelahiran dan tipe kepribadian tertentu berkontribusi pada pemberian perlakuan istimewa tersebut.

“Terkadang orangtua begitu khawatir tentang memperlakukan anak-anak mereka dengan cara yang sama, sehingga mereka mungkin mengabaikan kebutuhan individu,” kata penulis utama studi dan profesor di BYU School of Family Life, Alex Jensen, mengutip Best Life, Kamis (19/3/2026).

Anak sulung perempuan jadi anak emas di keluarga

Studi yang telah melalui tinjauan sejawat dan dipublikasikan dalam jurnal Psychological Bulletin ini memberikan gambaran jelas bahwa anak sulung, khususnya perempuan, cenderung mendapatkan “perlakuan VIP”.

Keistimewaan ini sering kali muncul dalam bentuk pemberian kepercayaan yang lebih besar terkait kemandirian, serta kendali atas keputusan pribadi mereka.

Selain faktor urutan lahir, anak-anak yang memiliki karakter menyenangkan dan mudah bergaul juga menempati posisi yang sangat difavoritkan oleh orangtua.

Karakteristik anak yang diistimewakan

Dalam upaya memetakan pola perlakuan istimewa ini, tim peneliti melakukan analisis mendalam terhadap 19.469 partisipan.

Data tersebut dikumpulkan dari berbagai jurnal ilmiah dan basis data terpercaya untuk melihat pengaruh gender, temperamen, hingga urutan kelahiran.

Meskipun ada persepsi umum bahwa anak bungsu biasanya lebih dimanjakan, data justru menunjukkan bahwa anak sulung perempuan dengan kepribadian yang baik memiliki keunggulan yang signifikan dalam mendapatkan perhatian lebih dari orangtua.

Keunggulan anak sulung sangat terlihat ketika berkaitan dengan pemberian otonomi atau kebebasan dalam mengatur diri sendiri.

Dari sisi psikologis, anak-anak yang menunjukkan sifat teliti dan kooperatif cenderung memiliki hubungan yang lebih harmonis dengan orang dewasa.

Para peneliti mencatat, bahwa tingkat konflik pada anak dengan kepribadian teliti jauh lebih rendah, yang pada akhirnya membuat mereka lebih disukai.

Secara keseluruhan, anak perempuan tetap menduduki peringkat tertinggi sebagai kelompok yang paling difavoritkan di berbagai kategori penilaian.

“Kebanyakan orangtua mungkin lebih mudah terhubung dengan satu anak dibandingkan anak lainnya, entah karena kepribadian, urutan kelahiran, jenis kelamin atau hal lain seperti minat yang sama,” ujar Jensen.

Risiko bagi anak yang tidak menjadi favorit

Kesenjangan perhatian di dalam rumah bukanlah tanpa risiko, terutama bagi anak yang merasa tidak menjadi favorit.

Studi tersebut memperingatkan bahwa anak-anak yang merasa kurang disukai dapat menghadapi konsekuensi negatif dalam perkembangan mereka.

Masalah ini bisa berkembang menjadi gangguan kesehatan mental, hingga kecenderungan untuk berperilaku buruk atau memberontak sebagai bentuk ekspresi dari rasa ketidakadilan yang mereka terima.

Jensen juga menekankan bahwa di luar persaingan antarsaudara, anak yang merasa tidak diinginkan atau diperlakukan tidak adil di rumah, sering kali membawa masalah tersebut ke lingkungan luar.

“Waspadalah terhadap hal-hal yang tampak tidak adil. Anak-anak akan memberi tahumu jika mereka merasa ada sesuatu yang tidak adil. Perhatikan mereka saat mereka menyatakannya,” kata Jensen.

“Entah mereka kehilangan perspektif dan pemahaman, atau kamu perlu melakukan beberapa perubahan dalam pola asuhmu. Pastikan kamu terbuka terhadap kemungkinan yang terakhir,” lanjut dia.

Dalam menghadapi situasi seperti ini, Jensen menyarankan agar orangtua mengedepankan kesabaran dan pendekatan yang sederhana.

Jika menyadari ada anak yang merasa tersisihkan karena tidak menjadi favorit, langkah terbaik adalah dengan sengaja meluangkan waktu berkualitas bersama mereka.

Melakukan aktivitas bersama yang disukai oleh anak dapat membantu memulihkan ikatan batin dan mengurangi rasa cemburu terhadap saudara lainnya.

“Hubungan membutuhkan waktu, dan waktu bersama untuk melakukan berbagai hal akan memberikan banyak manfaat positif,” terang Jensen.

“Kami tidak menyarankan orangtua untuk merasa bersalah. Sebaliknya, orangtua dapat melihat penelitian ini dan menggunakannya sebagai dorongan untuk melihat bagian mana yang dapat mereka tingkatkan, tanpa harus bertindak ekstrem,” pungkas dia.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel