“Kalau panen manual biasanya membutuhkan waktu beberapa hari, sekarang dengan alat ini pekerjaan jauh lebih cepat selesai,” katanya.
Testimoni serupa disampaikan petani lainnya, Maria D., yang menilai penggunaan Combine Harvester membantu mengurangi biaya panen sekaligus meminimalkan kehilangan hasil padi saat proses panen berlangsung.
“Kami merasa sangat terbantu karena biaya panen lebih ringan dan hasil padi juga lebih bersih,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Campe Cama Wihelmus, berharap penggunaan alsintan terus diperluas di wilayah pertanian Kabupaten Manggarai agar generasi muda semakin tertarik terjun ke sektor pertanian modern.
“Kalau pertanian sudah menggunakan teknologi seperti ini, anak muda tentu lebih tertarik kembali bekerja di sektor pertanian,” ungkapnya.
Berbagai testimoni para petani tersebut sekaligus mematahkan anggapan sejumlah pihak yang sebelumnya menilai penggunaan alsintan mahal dan tidak efektif. Faktanya, para petani justru merasakan manfaat nyata melalui penghematan biaya, percepatan proses panen, serta peningkatan hasil produksi pertanian.
Meski demikian, Ferdy mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam penerapan alsintan di lapangan, terutama terkait ukuran lahan pertanian masyarakat yang relatif sempit sehingga memengaruhi efektivitas kerja alat.
Namun demikian, antusiasme petani terhadap penggunaan alsintan dinilai sangat tinggi. Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan berkomitmen terus mendorong pemanfaatan alat dan mesin pertanian di wilayah sentra produksi padi.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan