Jakarta, infopertama.com – Daihatsu Rocky Hybrid datang dengan janji besar: konsumsi bahan bakar yang sangat irit berkat teknologi hybrid seri yang dibawanya.
Di atas kertas, SUV kompak ini memang terlihat menjanjikan. Tapi bagaimana hasilnya ketika benar-benar diuji di jalan?
Awak media mendapat kesempatan mengetes dalam periode yang panjang Daihatsu Rocky Hybrid dan mobil ini dijajal di berbagai rute perjalanan.
Dalam satu kali pengujian konsumsi BBM, pengujian memilih rute kombinasi untuk mengetes efisiensi mobil hybrid pertama Daihatsu ini.
Rute tersebut meliputi jalan bebas hambatan, hingga jalan padat khas perkotaan. Selama pengujian, mobil juga digunakan dalam kondisi normal dengan AC menyala dan kami mencoba berkendara secara natural, tidak terlalu ekonomis namun juga tidak terlalu agresif.
Dari pengujian tersebut, angka konsumsi bahan bakar yang tercatat mencapai 25,9 km per liter. Catatan ini muncul dari data real-time yang ditampilkan pada MID (multi information display) kendaraan.
Angka tersebut sebenarnya cukup impresif untuk sebuah SUV kompak. Apalagi Rocky Hybrid mengandalkan sistem penggerak yang berbeda dari mobil hybrid pada umumnya.
Mobil ini menggunakan teknologi e-Smart Hybrid dengan konfigurasi hybrid seri. Artinya roda digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik, sementara mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik yang mengisi baterai.
Motor listriknya mampu menghasilkan tenaga maksimum 106 PS dengan torsi 170 Nm. Tenaga itu berasal dari baterai lithium-ion bertegangan 177,6 volt dengan kapasitas 0,74 kWh. Sementara mesin bensin 1.2 liter WA-VEX bekerja sebagai sumber energi untuk menjaga baterai tetap terisi.
Dengan karakter tersebut, sensasi berkendaranya terasa mirip mobil listrik. Akselerasinya responsif karena torsi motor listrik tersedia secara instan, terutama ketika menghadapi kondisi stop-and-go di lalu lintas perkotaan.
Daihatsu sendiri mengklaim konsumsi bahan bakar Rocky Hybrid bisa lebih tinggi dari hasil pengujian tersebut. Berdasarkan standar pengujian WLTC, mobil ini mampu mencapai sekitar 28 km per liter. Bahkan pada metode pengujian Jepang JC08, angkanya bisa mencapai 34,8 km per liter.
Meski begitu, mengukur konsumsi BBM mobil hybrid memang tidak sesederhana mobil bermesin konvensional. Hasilnya bisa sangat dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi lalu lintas, gaya berkendara, suhu lingkungan, hingga kapasitas baterai yang tersedia saat pengujian berlangsung.
Intensitas proses pengisian baterai selama perjalanan juga memegang peran besar dalam menentukan angka konsumsi BBM yang muncul di layar kendaraan.
Untuk mendapatkan efisiensi yang optimal, Daihatsu juga memberikan beberapa tips berkendara. Salah satunya menjaga kecepatan konstan di kisaran 40 hingga 80 km per jam.
Selain itu, pengemudi bisa memanfaatkan mode B pada transmisi saat melewati jalan menurun agar energi kendaraan dapat dikonversi menjadi listrik melalui sistem regenerative braking.
Menjaga jarak dengan kendaraan di depan juga membantu efisiensi. Saat mobil melakukan deselerasi secara halus, sistem dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk mengisi ulang baterai.
Dengan teknologi hybrid seri yang unik, konsumsi BBM Daihatsu Rocky Hybrid memang menunjukkan potensi efisiensi yang sangat menarik.
Hasil pengujian yang mencapai 25,4 km per liter pun memperlihatkan bahwa mobil ini memang dirancang untuk menjadi kendaraan yang hemat bahan bakar, terutama ketika digunakan di lingkungan perkotaan dengan lalu lintas yang padat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




