Cepat, Lugas dan Berimbang

Kolaborasi Tamsis–ABRI Kembali Menggema dengan Peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Malang

Danang Wicaksana Sulistya (Kiri) Anggota Komisi V DPR RI, dan Ki Saur Pandjaitan, Panitera Majelis Luhur Tamansiswa

Malang, infopertama.com – Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas peresmian SMA Taruna Nusantara (TN) Kampus Malang yang dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Selasa, 13 Januari 2026, di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Peresmian sekolah unggulan berasrama tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Panglima TNI, Kapolri, Menteri Koordinator Infrastruktur, Menteri Luar Negeri, Menteri Sekretaris Negara, Gubernur Jawa Timur, serta Panitera Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa (MLPTS) Ki Saur Pandjaitan yang hadir mewakili keluarga besar Tamansiswa. Hadir pula Anggota DPR RI Komisi V Danang Wicaksana Sulistya.

Jejak Sejarah: Kolaborasi Tamansiswa dan ABRI Sejak 1990

Peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Malang tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang pendidikan nasional, khususnya peran Perguruan Tamansiswa dalam merintis model pendidikan kader bangsa yang berkarakter, berdisiplin, dan berjiwa kebangsaan.

Sebagaimana diketahui, cikal bakal pendirian SMA Taruna Nusantara berawal dari kerja sama ABRI (saat itu) dengan Perguruan Tamansiswa pada tahun 1990. Kolaborasi ini dilandasi oleh kesadaran bersama bahwa pembangunan pertahanan negara dan pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari pendidikan yang berakar pada nilai kebudayaan nasional.

Ki Hadjar Dewantara, pendiri Tamansiswa, sejak awal telah menegaskan bahwa pendidikan bukan semata transfer ilmu, melainkan proses memerdekakan manusia, membentuk watak, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab kebangsaan. Prinsip inilah yang kemudian menjadi fondasi filosofis bagi lahirnya SMA Taruna Nusantara sebagai sekolah kader pemimpin masa depan.

Tamansiswa dan Pendidikan Kader Bangsa

Dalam sejarahnya, Tamansiswa bukan hanya lembaga pendidikan, melainkan gerakan kebudayaan dan kebangsaan. Melalui semboyan “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani”, Tamansiswa menanamkan kepemimpinan yang berakar pada keteladanan, pengabdian, dan keberpihakan kepada rakyat.

Kerja sama Tamansiswa dengan institusi negara, termasuk militer, sejak awal dimaknai sebagai upaya menyiapkan kader bangsa yang utuh: cerdas secara intelektual, matang secara moral, dan kokoh dalam nasionalisme. SMA Taruna Nusantara menjadi salah satu manifestasi konkret dari cita-cita tersebut.

Harapan ke Depan

Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia berharap, dengan diresmikannya SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, semangat pendidikan nasional yang berkarakter, berdaulat, dan berpihak pada kepentingan bangsa dapat terus diperkuat.

“Peresmian ini bukan sekadar pembangunan fisik sekolah, melainkan penguatan kembali ikatan sejarah, nilai, dan cita-cita pendidikan nasional yang telah dirintis oleh Ki Hadjar Dewantara dan para pendiri bangsa,” demikian pernyataan Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia.

Semoga SMA Taruna Nusantara Kampus Malang menjadi kawah candradimuka lahirnya generasi pemimpin Indonesia yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta setia pada amanat konstitusi.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel