Selisih 5 Ribuan Suara di Dapil NTT I, Gerindra Berpeluang ke Senayan?

Ruteng, infopertama.com – Hasil perolehan suara partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) versi Real Count KPU per Minggu, 3 Maret 2024 masih tertinggal 5 ribuan suara di belakang perolehan Partai Demokrat.

Perolehan suara partai Gerindra dari 61,39% suara masuk atau 4.810 dari 7.835 TPS yang masuk di Dapil NTT I, baru sejumlah 57.322 suara atau 9,23%.

Sementara, partai Demokrat sendiri yang sudah mengumpulkan 62.574 suara atau 10,08% masih harus mengakui perolehan suara Partai Golkar dengan selisih yang sangat tipis, 62.830. Golkar unggul 256 suara.

Di atas Golkar ada partai NasDem yang menempati posisi ke empat dengan total perolehan sementara, 63.925 suara atau 10,29%.

Jika mengacu pada jumlah suara masuk pada real count KPU yang masih sisa 38,60% suara, data perolehan suara setiap partai Politik di Dapil NTT I sangat mungkin mengalami perubahan.

Pertama, perolehan suara Partai NasDem yang mengandalakan suara dari dua caleg, Julie Laiskodat dan Christian Rotok tampaknya mulai stagnan. Hal itu karena, basis pemilih Christian Rotok untuk mendongkrak suara NasDem tersebar hanya di Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur.

Popularitas Rotok di Manggarai Raya masih kalah dari Caleg Partai Demokrat, Benny K. Harman yang telah memeroleh 38.556 suara pribadi.

Sebagaimana NasDem, Demokrat juga berpeluang stagnan. Sebab, hanya ada dua caleg partai Demokrat yang produktif mengumpulkan perolehan suara.

BKH, caleg nomor 1 juga memiliki basis suara yang sama dengan Rotok, wilayah Manggarai Raya yang memiliki 16 caleg DPR RI di 10 partai.

Selain BKH, Caleg Yosef Benediktus Badeoda di Demokrat mampu mengantar partai besutan AHY itu berada di 6 besar perolehan suara.

Sementara itu, Golkar masih mengandalkan Melchias Mekeng tuk mendulang perolehan suara di dapil NTT 1. Mekeng yang sudah mengumpulkan 33.116 suara ini dibantu oleh dua caleg lain yang cukup kompetitif mendongkrak suara Golkar.

Maria Yashinta Dewi Maku Djawa dan Marselinus Wawo merupakan dua caleg yang cukup produktif mendapatkan suara, meski tidak signifikan. Keduanya hanya mampu mengumpulkan 14.500 an suara.

Berbeda dengan Golkar, NasDem dan Demokrat, partai Gerindra patut diperhitungkan di dapil NTT 1. Hal itu karena komposisi caleg Gerindra sangat kompetitif.

Kompetisi perolehan suara antara caleg Gerindra terbilang sangat positif buat perolehan akumulasi partai. Dua caleg yang bersaing ketat di Gerindra adalah Gabriel Abdi Kesuma Beri Binna (GAP) dan Adrianus Garu (AG). Selisih perolehan suara kedua caleg ini sangat tipis meski sama-sama mendapat angka 17 ribuan.

AG unggul 586 suara dari GAB yang baru mengumpulkan 17.095 suara. Selain AG dan GAB, Gerindra juga memiliki dua nama lain yang bakal mendulang suara, yakni Honing Sanny dan Safrudin Atasoge.

Dua nama terakhir ini masih dipercaya memiliki basis massa yang cukup kuat dan signifikan mendongkrak perolehan suara Gerindra.

Akankah salah satu dari tiga partai yakni NasDem, Golkar atau Demokrat yang bakal digantikan Gerindra ke Senayan?

Ketahui, pada posisi tiga teratas perolehan suara versi real count di dapil NTT I adalah PDI Perjuangan, PKB dan PAN.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV