Marko Jolo Jahang Atlet FKI Berprestasi yang Minim Apresiasi

Marko Jahang
Marko Jolo Jahang, Atlet Kempo binaan FKI NTT berorestasi minim apresiasi. (ist)

Siapa itu Marko?

Apriliano Marko Jolo Jahang (Marko) adalah putra kelahiran kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Beliau adalah putra sulung laki-laki dari pasangan bapak Maximus Jahang dan ibu Hermina Theresia Jemimin. Saat ini Marko duduk di bangku kelas XI (kelas 2 SMA) Program Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMKN 1 Wae Rii kabupaten Manggarai, NTT.

Marko Jahang dikenal sebagai atlet yang disiplin. Setiap hari, tidak hanya waktu latihan bersama teman-teman, tetapi selalu latih dengan dirinya sendiri. Beliau dikenal juga sebagai pribadi yang rendah hati, sopan santun, pendiam, mudah belajar dan pantang menyerah.

“Anak Marko selalu disiplin dan rendah hati. Ia sangat sayang adik-adiknya, bahkan setiap hari setelah pulang sekolah selalu tanggung jawab atas tugas yang sudah orang tuanya bagikan. Misalnya, masak, cuci piring dan menyiapkan makanan untuk ternak. Ia betul-betul pandai mengatur waktunya,” demikian ungkap Ibu kandung Marko.

Atlet terbaik Turki, Marko raih medali emas

Marko Jahang tercatat sebagai atlet dunia terbaik pada kejuaraan dunia tahun 2021 di Turki. Marko berhasil sumbangkan medali emas pertama untuk kontingen Kempo Indonesia bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Kamis 28 Oktober 2021. Thomas Lubis mengapresiasi Marko Jolo Jahang sebagai atlet terbaik NKRI.

“Marko adalah atlet pertama yang mengharumkan nama Indonesia di Turki. Pada pertandingan usianya, beliau mendapatkan medali emas pertama. Tentu satu kebanggaan untuk Federasi Kempo Indonesia (FKI) dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegas ketua komisi FKI.

Lebih lanjut, Kanisius ketua FKI NTT menyampaikan bahwa Marko atlet binaan FKI NTT yang mampu meraih medali emas pertama dan terbaik pada laga World Kempo Championship Turki.

“Marco berhasil mengalahkan atlet kempo pada kategori yang sama dari 29 negara di dunia yang ikut dalam tunamen tersebut. Ini sesuatu kebanggaan bagi FKI NTT dan NKRI. Untuk semuanya itu tentu kita bersyukur dan memberi apresiasi yang tinggi kepada beliau,” cetusnya.

Dari Turki ke Tunisia

Pantauan media ini pada Senin tanggal 11 April 2022, Bupati Manggarai secara resmi bertemu dengan 3 orang atlet kempo binaan FKI NTT sebelum mereka terbang ke Tunisia untuk laga “18th World Kempo Championship & World Cup” di Hammamet, Tunisia yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 s.d. 15 Mei 2022.

Hery G. Nabit memberi pencerahan kepada ketiga atlet seraya memohon dukungan masyarakat Manggarai agar dapat membakar semangat para atlet.

Marko Jahang
1 Medali emas diraih Marko Jolo Jahang dan M. Kevin Santosa pada The 18th World Kempo Championship 2022 kategori self defense male

“Saya berharap semoga menoreh prestasi yang baik pada kejuaraan internasional di Hammamet, Tunisia. Kalian telah memberikan contoh dan memberikan semangat kepada anak-anak lain di Kabupaten Manggarai. Walaupun di situasi yang sulit dan tidak normal. Saya mengajak masyarakat Kabupaten Manggarai, untuk menyisipkan doa untuk ketiga orang muda berbakat ini,” tegasnya.

Selang beberapa bulan setelah pulang dari Turki, kembali Marko Jolo Jahang diminta untuk tampil pada laga kejuaraan Kempo internasional di Hammamet Tunisia (10-15 Mei 2022).

Apresiasi Duta Besar Indonesia di Tunisia kepada Para Atlet FKI

Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi menyambut kedatangan kontingen Federasi Kempo Indonesia (FKI) yang akan berlaga dalam Kejuaraan Dunia Kempo ke 18 di Hammamet, Tunisia pada tanggal 10-15 Mei 2022.

“KBRI Tunis melakukan penyambutan kontingen FKI di bandara internasional Carthage, Tunis sekaligus memberi dukungan penuh terhadap seluruh atlet, karena mereka duta-duta Merah Putih.”

“Kami buktikan, negara hadir memberikan dukungan pada putera-puteri terbaiknya yang akan bertanding dalam Kejuaraan Dunia Kempo,” ujar Duta Besar RI tersebut.

Marko Jahang
Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi (tengah berpeci hitam) menyambut kedatangan kontingen Federasi Kempo Indonesia (FKI) yang akan berlaga dalam Kejuaraan Dunia Kempo ke 18 di Hammamet, Tunisia pada tanggal 10-15 Mei 2022.

Selain menyambut kontingen FKI di Bandara Carthage, Dubes RI juga ikut mengantarkan mereka ke tempat penginapan.

“Pokoknya atlet harus bertanding secara rileks untuk harumkan Merah Putih. Kami sambut dengan bunga melati di bandara agar prestasi FKI pada tahun ini seharum melati,” ujar Dubes RI itu.

Kontingen FKI diikuti oleh 24 atlet dan 7 official yang akan bertanding dalam nomor pertandingan kata, sinkronais, dan self defense.

Selain itu, ada nomor pentandingan Semi Kempo, Full Kempo, dan Subsmission. Dubes RI juga disambut hangat oleh Presiden Kempo Internasional dan Ketua Kempo Tunisia.

Sementara itu, Ketua FKI, Timbul Thomas Lubis memberikan apresiasi atas dukungan KBRI Tunis yang dipimpin langsung oleh Duta Besar RI untuk Tunisia.

“Sungguh ini menjadi model apresiasi terbaik dari seorang diplomat, karena membangkitkan spirit para atlet dan memberikan dukungan penuh. Terima kasih atas kebaikan dan dukungan Dubes RI untuk Tunisia dan KBRI Tunis terhadap kontingen FKI,” ujar Ketua FKI yang juga sebagai atlet Kempo dengan segudang prestasi.

Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi menghadiri pembukaan Kejuaraan Dunia Kempo ke-18 di Hammamet, Tunisia dari 10-15 Mei 2022. Sebanyak 700 orang peserta dari 49 negara mengikuti kegiatan ini.

“Saya hadir dalam pembukaan Kejuaran Dunia Kempo ke-18 sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kontingen Federasi Kempo Indonesia (FKI). Keikutsertaan FKI dalam rangka mengharumkan Indonesia di pentas dunia,” ujar Duta Besar RI.

Jamuan Duta Besar Indonesia di Tunisia untuk Marko dan atlet lainnya

Kepada media ini Zuhari Misrawi, duta besar Indonesia di Tunisia menyampaikan bahwa ia mengundang Marko dan teman-temannya untuk jamuan bersama sebagai ucapan syukur atas segalanya seraya melepaskan kontingen FKI kembali ke Indonesia di Wisma Dubes RI.

Jamuan itu sebelum rombongan kembali ke Tanah Air usai bertanding mengharumkan Merah Putih dalam Kejuaraan Dunia Kempo ke-18 di Hammamet, Tunisia.

“KBRI Tunis sangat bangga dan berterima kasih kepada seluruh atlet FKI yang sudah berjuang untuk mengharumkan Merah Putih. Perolehan 7 emas, 9 perak dan 21 perunggu merupakan prestasi yang sangat luar biasa,” ujar Duta Besar RI.

Di Wisma Dubes RI, para atlet disambut hangat dengan lagu-lagu Indonesia dan masakan khas Nusantara. Di antaranya sate, bakso, nasi goreng kambing, opor, dan kurma khas Tunisia.

Sementara itu, Timbul Thomas Lubis, Ketua FKI sekaligus Ketua Kontingen Indonesia menyampaikan terima kasih atas sambutan, pelayanan, dan dukungan KBRI Tunis.

Terima kasih kami pada Duta Besar RI untuk Tunisia dan seluruh staff KBRI Tunis yang telah memberikan pelayanan dan dukungan terbaik bagi seluruh atlet. Ini membuktikan negara hadir dalam melayani dan mengharumkan Merah Putih,” ujarnya.

Permintaan Keluarga: Negara Wajib Beri Apresiasi kepada Atlet

Secara terpisah media ini berhasil minta tanggapan saudara sepupu Marko Jahang, Sobe Milikior, S.Fil. Berkaitan dengan prestasi gemilang Marko Jolo Jahang yang sudah dan selalu pulang bawah medali emas untuk Indonesia.

“Kami, atas nama keluarga meminta kepada pimpinan umum FKI, Propinsi dan Daerah; kepada pemerintah Pusat, Propinsi dan Daerah serta kepada Direktur Lembaga Prestasi Indonesia dan Dunia (Leprid) untuk memerhatikan saudara Marko. Dan, atlet lainnya dengan beri apresiasi yang berguna bagi masa depan mereka masing-masing,” tutup alumnus STFK LEDALERO dan CRCS UGM tersebut.

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV