Namun, demi keselamatan para pekerja lapangan PLN, terpaksa menunda pekerjaan lantaran kendala sosial dan curah hujan yang cukup tinggi.
“Kami rencananya akan mengerjakan pada saat kemarau sekitar bulan Mei atau Juni. Itu pun, karena ini membutuhkan banyak pekerja nantinya mohon kerja sama dengan masyarakat terutama soal keamanan,” ujar Albertus Koko.
Albertus Koko mengatakan pihak PLN telah membangun infrastruktur kelistrikan di hampir sebagian besar wilayah di Kab. Manggarai dan masyarakat telah merasakan manfaatnya.
Apabila keamanan dan keselamatan para pekerja PLN telah terjamin dari segala sisi, Albertus Koko mengatakan akan langsung gerak cepat memberikan penerangan listrik kepada warga Poco Leok.
Dalam dialog ini, Albertus Koko turut didampingi Bupati Manggarai, Herybertus Nabit, yang mengamini pernyataan Manager PT PLN (Persero) UPPK Flores dan berharap tidak ada lagi warga yang menghalangi kerja PLN.
Lebih lanjut, Herybertus Nabit menegaskan pihaknya tidak akan main-main terkait pembangunan yang dilaksanakan demi kepentingan umum.
“Saya kalau bicara pembangunan tidak ada yang boleh halangi lagi,” tegas Bupati Herybertus Nabit saat berdialog dengan puluhan warga Poco Leok yang belum teraliri listrik di Kantor Bupati Manggarai.
Bupati Nabit meyakinkan warga Poco Leok pada bulan Mei 2024 mendatang pihak PLN melalui PT PLN (Persero) UPPK Flores akan melanjutkan kegiatan pembukaan jaringan listrik yang sempat tertunda pada tahun 2023 lalu.
“Kalau ada yang tidak setuju, silakan! Tetapi jangan mengganggu masyarakat yang membutuhkan penerangan listrik saat ini,” kata Herybertus Nabit.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan